Afika, Sikecil dari Petobo, Palu dalam Gendongan Nova


Mata Afika (2) terlihat nelangsa kala seseorang menggendongnya. Tangan mungil anak Petobo, Palu itu tampak menempel erat di lengan orang yang tidak dikenal sebelumnya.

Mungkin, ini bukan gendongan pertama yang diterimanya. Tapi, sosok kali ini memiliki denyut jantung dengan frekuensi perasaan yang sama.

Afika benar, sebab orang yang menggendongnya adalah Nova Iriansyah, yang datang dari daerah yang jauh, tapi punya perasaan yang sama, yaitu Aceh, daerah yang pernah dicabik bencana gempa diikuti tsunami, 2004.

Maka wajar jika air muka Plt Gubernur Aceh itu juga melukiskan betapa iya bisa merasakan apa yang mungkin masih dirasakan Afika.

Beruntung Nova memakai kacamata hitam, hingga ia bisa menyembunyikan perasaan yang bisa saja meledakkan air mata.

Nova memang terlihat mengendalikan perasaanya, ia bagai menghindar larut agar Afika tidak ikut terpengaruh perasaannya.

“Saya ingin Afika menjadi anak yang kuat, jadi kita orang dewasa harus lebih kuat,” sebutnya, dalam nada datar seraya mengatur gerak senyum.

Petobo, Palu salah satu daerah yang terkena bencana liquifaksi. Rumah-rumah amblas ke dalam tanah, lalu naik ke permukaan hingga dua meter, aspal seperti dipelintir, tanah menggunung setinggi lima meter dan mengeras dalam 14 hari.

Jadi, salah satu daerah yang porak-poranda terdampak parah akibat gempa di Palu adalah di kelurahan Petobo, kecamatan Palu Selatan, Sulawesi Tengah. 

Seperti diketahui, pada tanggal 28 September 2018 pukul 18.02 WITA, gempa bumi berkekuatan 7,4 skala richter mengguncang daerah Donggala, Palu dan sekitarnya, termasuk kelurahan Petobo.

BNPB pernah memperkirakan tedapat 5.000 orang lebih yang masih hilang di Balaroa dan Petobo, yang mengalami likuifaksi dan amblesan.

Juru bicara BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, juga pernah menjelaskan di Petobo ini terdapat setidaknya 744 unit rumah warga yang “tertelan lumpur” dalam fenomena yang dikenal dengan likuifaksi.

“Permukaan tanah bergerak dan amblas sehingga semua bangunan hancur. Sedimen-sedimen bawah tanah mencair akibat tekanan gempa dan menjadi seperti lumpur. Lumpur inilah yang menelan rumah-rumah warga.

Dan, Afika yang kini berjumpa dengan Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah adalah salah seorang gadis kecil yang selamat dari liquifaksi padahal selama dua jam anak gadis mungil ini terbalut dalam lumpur.

“Sungguh, hidup dan mati ada ditangan Allah, mari kita ambil hikmahNya,” ajak Nova yang berada di Palu untuk menyampaikan dukungan rakyat dan pemerintah Aceh membangun kembali Mesjid Jamik Nurul Hasanah Kota Palu, yang juga hancur di kala gempa dan tsunami.

KOMENTAR FACEBOOK