Aminullah Targetkan 2020 Banda Aceh Bebas Kumuh

Salah satu gang di Gampong Seutui Banda Aceh yang disulap menjadi instagramable. @aceHTrend/Yelli Sustarina

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di Banda Aceh tahun 2018 telah diselesaikan pengerjaannya. Seluruh infrastruktur yang dibangun dengan dana dari APBN, dalam hal ini Dirjen Cipta Karya telah dirampungkan di seluruh Banda Aceh.

Ada 35 gampong (desa) di wilayah Banda Aceh yang termasuk dalam program penataan kawasan kumuh. Termasuk di Gampong Lhong Cut, Kecamatan Banda Raya. Di gampong ini, Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman meresmikan penataan infrastruktur lingkungan kumuh Kotaku tahun 2018 untuk 35 gampong di Banda Aceh.

Bertempat di Menasah Gampong Lhong Cut, Kamis (14/2/2019), Aminullah meresmikan program ini dan menandatangani prasasti. Saat menandatangani prasasti ini, Wali Kota turut didampingi Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Bachtiar, Kepala Dinas Perkim, Jalaluddin, Wakil Pimpinan KPO Bank Aceh Syariah, Sekdis Perkim, Rosdi, Ketua Forum Badan Keswadayaan (BKM) Banda Aceh, Amiruddin Daroy, Kasatker PIP Kota, Muhammad Siswanto, para Koordinator KSM dan Sekdes Gampong Lhong Cut, Hasbi Hasyim serta sejumlah tokoh masyarakat setempat.

Kata Aminullah, hingga saat ini sudah Rp38,2 miliar anggaran dari pusat untuk penataan kawasan kumuh di Banda Aceh lewat program Kotaku. Anggaran tersebut tersebar di 35 gampong di Banda Aceh dan dikerjakan oleh masyarakat setempat dengan sistem swakelola.

“Seperti Lhong Cut, anggarannya mencapai Rp1,5 miliar. Yang sudah dibangun ada drainase, jalan dan taman ini,” ujar Aminullah setelah memotong pita meresmikan taman yang baru di gampong tersebut.

Lanjutnya, program ini telah mengubah sejumlah wajah wajah gampong di Banda Aceh menjadi bersih, indah, dan nyaman. Dampaknya benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Jalan dan taman ini dulunya becek dan kumuh, kata warga di sini tempat bersarang nyamuk. Tapi sekarang Alhamdulillah sudah bersih, rapi, dan jadi lokasi yang menyenangkan bagi warga. Lingkungan pun jadi bersih dan warga jauh dari penyakit,” tambah Aminullah.

Program ini belum selesai dan akan terus berlanjut pada tahun ini karena kawasan lain di Banda Aceh yang dinilai masih kumuh juga akan ditangani dengan program ini.

“Target kita tahun ini sisanya akan selesai, dan awal tahun 2020 insyaallah Kota Banda Aceh bebas dari kawasan kumuh,” ujar Aminullah optimis.

Sementara itu, Kadis Perkim Kota Banda Aceh, Jalaluddin, mengungkapkan optimisme terwujudnya target yang ditetapkan oleh wali kota.

Jalaluddin mengatakan, pihaknya bersama dengan BKM, KSM dan masyarakat terus berupaya keras merealisasikan program ini. Setelah sejumlah infrastruktur selesai dibangun di 35 gampong, program ini akan dilanjutkan dengan menangani sisa kawasan kumuh yang hanya tersisa sekitar 21 hektare lagi yang meliputi dua gampong.

“Total kawasan kumuh yang sudah ditangani mencapai 773 hektare dari 794 total kawasan kumuh di Banda Aceh. Sisanya sekitar 21 hektare lagi, dan sesuai target Pak Wali tahun 2019 ini tuntas,” ungkap Jalaluddin yang juga Plt Kepala DLHK3 Banda Aceh.[]

KOMENTAR FACEBOOK