Shalat tapi Melakukan Korupsi, Kenapa?

@kwpsi

ACEHTREND.COM, BANDA ACEH – Seakan menjadi fenomena umum bahwa ada elite negara atau siapa saja yang dalam sehari-hari rutin menunaikan salat, tapi pada sisi lain yang bersangkutan juga melakukan tindakan kejahatan seperti mencuri (korupsi) dan sebagainya.

Penasaran atas fenomena ini, seorang peserta pengajian mengajukan pertanyaan saat sesi tanya jawab pada pengajian rutin Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) yang digelar di Masjid Haji Keuchik Leumiek (KL) Banda Aceh, Rabu malam (13/02/2019), yang diisi oleh Tgk. H. Fakhruddin Lahmuddin, S.Ag M.Pd, Pemimpin Dayah Tgk. Chiek Oemardiyan Indrapuri, Aceh Besar.

Dalam pengajian yang terbuka untuk umum itu, Ustaz Fakhruddin menjelaskan, sejatinya salat itu mampu mencegah seseorang dari perilaku jahat (munkar) sesuai firman Allah: Inna as-shalata tanha ‘an al-fahsya-i wa al-munkar (Q.S. al-Ankabut:45).

“Akan tetapi kemudian ada juga yang tidak demikian. Kita pernah mendengar kabar bahwa panitia tender proyek yang rajin salat, tapi perusahaan kita tak akan menang kalau tak ada setoran,” ujar Fakhruddin dalam pengajian yang mengambil tema “Akhlak yang Baik Bersumber dari Hati yang Bersih”.

Orang-orang yang berperilaku demikian, lanjut dosen Fakultas Dakwah UIN Ar-Raniry ini, merupakan calon orang-orang yang muflis (bangkrut) di hari akhirat.

Dalam sebuah hadis Nabi menyebutkan, orang-orang yang muflis itu adalah orang-orang yang ada pahala salat, puasa, zakat, haji, tapi dia membawa serta dosa-dosa bersamanya, seperti mencaci orang lain, makan harta orang lain, membunuh, dan sebagainya.

“Inilah calon orang-orang yang bangkrut di akhirat kelak,” katanya di hadapan seratusan jemaah.

Sementara Imam al-Ghazali pernah berkata, kalau salat hanya sekedar gerakan dan ucapan saja tapi tidak memahami hakikatnya, maka yang demikian itu tidak berpengaruh pada kepribadian seseorang.

“Hanya orang yang salatnya khusyuk yang tahu dia berkomunikasi dengan siapa dalam salat,” ujar Tgk. Fakhruddin sambil mengajak jemaah untuk memahami hakikat salat agar berpengaruh pada kepribadian sehari-hari.[]

KOMENTAR FACEBOOK