Tim Fingertalk Indonesia Terpilih Menjadi Finalis Daigaku SDGs Action Award 2019 di Tokyo

Hijrah Saputra (kanan) bersama dua anggota Tim Fingertalk di Tokyo, yaitu Dissa Ahdanisa (tengah) dan Rizqi Ariffi (kiri). @pribadi

TOKYO – Setelah berhasil lolos babak administrasi dan wawancara, Tim Fingertalk yang terdiri atas Dissa Syakina Ahdanisa, Hijrah Saputra, dan Muhammad Rizqi Ariffi, berhasil maju ke babak selanjutnya di Tokyo.

Tim Fingertalk berhasil terpilih menjadi salah satu dari sembilan tim yang akan mempresentasikan idenya di depan para juri di Tokyo pada Kamis, 20 Februari 2019 mendatang. Fingertalk menjadi satu-satunya tim yang berasal dari Indonesia.

Hijrah Saputra kepada aceHTrend mengatakan, Daigaku SDGs Action Award merupakan program yang diadakan oleh perusahaan media cetak terbesar di Jepang, yakni Asahi Shimbun untuk mahasiswa-mahasiswa yang memiliki ide untuk membantu mendukung program-program SDGs. 

“SDGs adalah singkatan dari Sustainable Development Goals. SDGs adalah kesepakatan pembangunan baru yang mendorong perubahan-perubahan ke arah pembangunan berkelanjutan berdasarkan hak asasi manusia dan kesetaraan untuk mendorong pembangunan sosial, ekonomi, dan lingkungan hidup,” ujar Hijrah melalui siaran pers, Rabu (13/2/2019).

SDGs diberlakukan dengan prinsip-prinsip universal, integrasi, dan inklusif untuk meyakinkan bahwa tidak akan ada seorang pun yang terlewatkan. Memiliki 17 tujuan, seperti pemberantasan kemiskinan, tanpa kelaparan, kehidupan yang sehat dan sejahtera, pendidikan yang berkualitas, kesetaraan gender, air bersih dan sanitasi yang layak, energi bersih dan terjangkau, pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, industri, inovasi dan infrastruktur, berkurangnya kesenjangan, kota dan permukiman yang berkelanjutan, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, aksi untuk perubahan iklim, konservasi ekosistem laut, konservasi ekosistem darat, serta perdamaian keadilan dan kelembagaan yang tangguh dan kemitraan untuk mencapai tujuan. 

“Tim Fingertalk terpilih dengan membawa pesan dari teman-teman tuli yang berada di Indonesia. Selama ini, Fingertalk fokus untuk pemberdayaan pemuda-pemuda yang memiliki kebutuhan khusus seperti tuli dan disabilitas lainnya,” kata Hijrah.

Tim Fingertalk telah membuka empat buah kafe yang semua pekerjanya merupakan teman-teman tuli dan penyandang disabilitas lainnya. Tidak hanya berpusat di Tangerang Selatan, Fingertalk juga membantu teman-teman yang lain untuk menjalankan kafe di Poso, Sulawesi Tengah dan Kebumen, Jawa Tengah. 

“Fingertalk berharap semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk berkarya dan menjalankan hidup,” tambah Dissa.

Dissa berharap dapat memenangkan kompetisi ini agar dapat memberikan kesempatan yang lebih banyak bagi penyandang disabilitas di Indonesia, sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat Jepang terhadap isu-isu sosial di dunia.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK