Program Simkah Online di Abdya Terkendala Mesin Cetak Kartu Nikah dan Internet

Kasi Bimas Islam Kantor Kemenag Abdya, Roni Haldi, Lc, @acehtrend/Masrian Mizani

ACEHTREND.COM, Blangpidie – Sistem Informasi Manajemen Nikah (Simkah) Kemenag Abdya yang telah dimulai telah sejak 2013 baru berbasis online sejak 2018. Sebelumnya Simkah hanya bisa diakses secara offline.

“Jadi seluruh data yang sudah diinput baru di-online-kan. Kemudian di 2018 juga diluncurkan secara nasional kartu perkawinan (nikah). Untuk di Aceh yang sudah berjalan cuma di Banda Aceh,” ujar Kasi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Abdya, Roni Haldi, kepada aceHTrend, Kamis (15/12/2019).

Untuk Abdya sendiri kata Roni, dalam waktu dekat Kankemenag menargetkan Simkah web pada Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Manggeng, sebab di KUA tersebut sudah terjangkau jaringan internet. Selain itu, Kankemenag juga masih memiliki kekurangan alat (mesin) pencetak kartu nikah.

“Kendala kita di Abdya secara internal masih kekurangan mesin cetak kartu nikah. Cuma nantinya bisa jadi satu alat itu bisa dipakai oleh seluruh KUA yang ada di Abdya. Selain itu kita juga mempunyai kendala eksternal seperti terbatasnya jaringan internet ke wilayah-wilyah KUA, sebab Simkah web ini berbasis online. Tapi penginputan data di seluruh KUA sudah berbasis Simkah web semua,” jelasnya.

Untuk mengatasi kendala itu, pihak Kankemenag Abdya sudah melakukan koordinasi dan menyurati pihak Telkom agar menyediakan jaringan internet ke wilayah-wilayah yang terdapat KUA di masing-masing kecamatan agar proses Simkah web tersebut bisa secepatnya dilaksanakan.

“Kita sudah koordinasi dengan Telkom terkait kendala ini, dan mereka sudah menyahutinya. Dan percetakan kartu nikah ini nantinya akan dicetak di KUA Manggeng, sebab mesinnya belum mencukupi. Untuk program kartu nikah ini sitemnya berlaku maju, kecuali ada masyarakat yang sudah menikah dan buku nikahnya hilang baru bisa diganti ke kartu nikah. Itu pun jika yang bersangkutan berkasnya sudah pernah diinput,” ujarnya.

Roni menambahkan, kartu nikah ini merupakan salah satu modul yang disediakan dalam aplikasi Simkah Web. Selain kartu nikah, Simkah web juga menyediakan modul layanan yang bisa diakses publik secara online. Modul tersebut adalah pendaftaran nikah online dan survei kepuasan masyarakat terhadap layanan Kantor Urusan Agama (KUA) secara online.

“Aplikasi Simkah dirancang untuk meningkatkan kualitas layanan publik yang mudah diakses masyarakat dan dapat meningkatkan kinerja layanan KUA. Aplikasi ini telah diintegrasikan dengan data berbasis E-KTP Ditjen Kependudukan dan Catatan Sipil,” jelasnya.

Roni menyebutkan, cara kerja aplikasi ini cukup simpel, dengan cara memasukkan nomor NIK pada menu pendaftaran nikah, maka aplikasi akan menarik data yang diperlukan dari pangkalan data kependudukan untuk mengisi formulir nikah yang ada.

Kemudian, setelah proses verifikasi data, pemeriksaan, dan akad nikah selesai dilaksanakan, maka aplikasi akan mengirim data balikan ke data warehouse Ditjen Dukcapil untuk diproses perubahan status perkawinan yang bersangkutan. Data yang telah diinput di aplikasi, kemudian dicetak dalam lembaran pemeriksaan nikah, akta nikah, buku nikah, dan kartu nikah.

“Kementerian Agama meluncurkan kartu nikah untuk merespons permintaan masyarakat terhadap kebutuhan identitas pernikahan yang simpel dapat dibawa saat bepergiaan dengan suami istri tanpa perlu membawa buku nikah. Maka kami juga sudah menyurati Disdukcapil Abdya agar bekerj asama dan membentuk MoU terkait sinkronisasi data Disdukcapil dengan program Simkah web ini. Insyaallah dalam waktu dekat kita akan berkoordinasi langsung dengan pihak Disdukcapil,” paparnya.

Manfaat program Simkah ini dapat membangun sistem informasi manajemen pernikahan dicatat di KUA, kemudian juga dapat membangun infrastruktur pangkalan data dengan memanfaatkan teknologi yang dapat mengakomodasi kebutuhan manajemen dan eksekutif.

“Manfaat lain juga dapat membangun infrastruktur jaringan yang terintegrasi antara KUA di tingkat daerah sampai kantor pusat, lalu penyajian data yang cepat dan akurat serta mempermudah pelayanan, pengendalian dan pengawasan, selain itu pelayanan bagi publik untuk mendapatkan informasi yang lengkap, cepat dan akurat,” pungkas Roni Haldi.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK