16 Fitnah yang Ditujukan Kepada Joko Widodo

Jokowi dan H. Ma'ruf Amin @merdeka.com

Sejak bertarung pada Pilpres 2014, Ir. Joko Widodo langsung diserang dengan ragam fitnah. Mulai dari fitnah keterlibatan dirinya sebagai anggota Partai Komunis Indonesia (PKI), hingga isu yang merusak citra muslimnya.

Apa saja fitnah (hoax) yang ditimpakan kepada Joko Widodo? Berikut 16 hoax tersebut:

1. Jokowi difitnah sebagai keturunan Cina kristen Singapura (Oey Hong Liong ) dan bernama Herbertus (April 2014). Padahal, Jokowi adalah suku Jawa dan beragama Islam secara turun temurun. Seluruh keluarganya adalah muslim sejak lahir.

2. Ibu Jokowi difitnah beragama Kristen (Mei 2014). Padahal ibunya adalah Jawa Muslim secara turun-temurun.

3. Akte nikah Jokowi yang dipublish di internet dituduh editan (palsu) dengan analisis ELA. (Mei 2014). Padahal pembuat algoritma ELA pun tidak bisa menyimpulkan demikian.

4. Jokowi akan mengangkat menteri agama dari Syiah (Mei 2014). Padahal yang diangkat dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU).

5. Orangtua Jokowi disebut tidak jelas (Juli 2014). Padahal baik secara dokumen, maupun kesaksian warga Solo (tetangga Jokowi) ayahanda Jokowi adalah Widjiatno Nomomihardjo dan ibunya bernama Sudjiatmi.

6. Jokowi dan istrinya difitnah memiliki 20 rekening di HSBC Hongkong. Hasil penelusuran bahwa tuduhan itu tidak mendasar. rekening yang disebut itu semuanya palsu.

7. Fitnah Jokowi keturunan dan berafiliasi dengan PKI.

8.Fitnah bahwa Jokowi akan melegalkan LGBT di Indonesia.

9. Jokowi difitnah akan melarang azan di Indonesia. Faktanya tidak ada pelarangan azan di Indonesia. Yang ada hanya himbauan tentang penyesuaaian suara azan yang menggunakan pengeras suara, di wilayah yang padat penduduk dengan jumlah mesjid yang banyak. Juga himbauan penggantian perangkat sound sistem mesjid dengan menggunakan perangkat elektronik yang lebih bagus, agar kualitas suara azan semakin bagus.

10. Jokowi difitnah akan membubarkan kementerian agama.

11. Jokowi difitnah akan menghapus kolom agama di KTP.

12. Jokowi difitnah akan menghapus pelajaran agama di sekolah.

13. Kementerian Pendidikan Indonesia, melalui menterinya Muhadjier Efendi (kader Muhammadiyah) difitnah melarang sekolah membaca doa sebelum jam belajar berlangsung.

14. Isu kementerian BUMN melarang pegawai perempuan berjilbab (Desember 2014). Tidak ada intruksi demikian dari Menteri BUMN.

15. Jokowi difitnah membenci ulama dan akan membunuh para ulama. Buktinya Joko Widodo sangat dekat dengan ulama kalangan Nahdlatul Ulama (NU) dan seringkali bersilaturahmi kepada para ulama.

16. Jokowi difitnah tidak berpihak kepada Islam. Faktanya, peringatan Hari Santri Nasional (HSN) baru disahkan kala Jokowi menjadi presiden. Pendirian ma’had aly (dayah tinggi) pun kian gencar masa kepemimpin Joko Widodo. Saat ini pemerintah sedang menggodok RUU Pesantren, dengan tujuan ke depan dayah dan pesantren di seluruh Indonesia memiliki kementerian sendiri dan dengan demikian pemerintah bisa memberikan anggaran yang besar untuk peningkatan pendidikan agama Islam di Indonesia.

Dari berbagai sumber

KOMENTAR FACEBOOK