Donald Trump Berkolusi dengan Rusia ?

Donald Trump. Foto: Reuters.

ACEHTREND.COM, Jakarta – Mantan Pengacara pribadi Donald Trump, Michael Cohen kembali bersaksi mengenai keterlibatan Rusia dalam kampanye pemilihan Presiden AS 2016.

Cohen berbicara di depan tiga panel kongres minggu ini yang memeriksa campur tangan Rusia dalam kampanye Trump.

Ketua Komite Intelijen House, Adam Schiff dari partai Demokrat mengatakan bahwa Cohen akan kembali diperiksa lebih lanjut pada 6 Maret, untuk memberikan kesempatan kepada anggota parlemen menindaklanjuti pelanggaran yang Cohen tuduhkan kepada Trump pada pekan ini.

“Saya pikir kita semuanya merasa itu adalah wawancara yang sangat produktif di mana dia mampu menjelaskan banyak masalah yang sangat penting bagi penyelidikan kita. Kami dapat menelusuri dengan sangat detail,” kata Schiff, dikutip dari Reuters, 1 Maret 2019.

Schiff mengatakan pada sidang panel itu juga akan berbicara dengan Felix Sater, seorang pengembang properti kelahiran Rusia dan juga mantan rekan bisnis Trump, dalam sesi publik 14 Maret untuk membicarakan pembangunan menara Trump di Moskow.

Sater yang menjadi rekan Cohen pada masa kampanye Trump, mengatakan dia dan Cohen pernah bertemu dan membicarakan tentang uang tambahan senilai US$ 50 juta (Rp 706 miliar) kepada Presiden Rusia, Vladmir Putin sebagai cara untuk membenarkan kenaikan harga unit lain pada proyek Moskow.

Michael Cohen bersaksi di depan Kongres As, 27 februari 2019.[REUTERS| TEMPO]

Cohen mengaku bersalah tahun lalu telah berbohong kepada Kongres tentang proyek Moskow, tetapi Schiff mengatakan dia menjawab semua pertanyaan pada saat sidang panel. Kesaksian itu nantinya akan dipublikasikan, kata Schiff.

Mendengar kesaksian yang diberikan oleh Cohen, Trump mengatakan bahwa presiden sebelumnya juga pernah melakukan pelanggaran pada saat menjabat. Selain itu, Donald Trump juga berdalih baru tahu terkait email Hillary Clonton dari WikiLeaks.

Pada kesaksian hari Rabu, 27 Februari 2019, Cohen mengatakan Donald Trump tidak pernah secara langsung memintanya berbohong kepada Kongres tentang negosiasi gedung pencakar langit Moskow, tetapi Michael Cohen mengatakan dia yakin mengikuti arahan tak langsung Trump untuk meminimalkan upaya mereka pada proyek menara Moskow.

Cohen mengatakan dia tidak memiliki bukti langsung bahwa Donald Trump atau kampanyenya berkolusi dengan Moskow selama periode pemilihan, tetapi dia memiliki kecurigaan bahwa sesuatu yang tidak diinginkan telah terjadi.

Dugaan kolusi adalah isu utama investigasi Rusia yang dilakukan penasihat khusus FBI Robet Mueller, yang menyelidiki Donald Trump selama dua tahun pertama masa jabatannya. []

Sumber : Tempo.co

KOMENTAR FACEBOOK