Menikmati Ketenangan di Masjid Tuo Al-Khairiyah Tapaktuan

aceHTrend/Yelli Sustarina

ACEHTREND.COM, Tapaktuan – Masjid yang terletak di pusat Kota Tapaktuan, Aceh Selatan ini sepintas tampak seperti bangunan tua dengan pintu gerbang mirip kelenteng. Tidak ada papan nama yang menunjukkan bahwa bangunan tersebut merupakan sebuah masjid. Namun, meski tanpa “identitas” bangun itu diketahui merupakan masjid yang usianya sudah lebih 100 tahun.

Masjid ini bernama Masjid Tuo Al-Khairiyah. Dalam bahasa suku Aneuk Jamee yang bermukim di Aceh Selatan, tuo bermakna tua. Bahasa lokal yang pengucapannya mirip bahasa Minang di Sumatera Barat. Bahkan, nama kampung tempat masjid ini berada bernama Kampung Padang.

Pada Sabtu petang (23/2/2019) aceHTrend mengunjungi masjid tersebut. Beberapa santri Taman Pendidikan Alquran terlihat sedang menunggu dijemput oleh orang tua mereka. Selebihnya tidak ada aktivitas apa pun di masjid.

Seluruh bangunan yang terbuat dari material kayu menjadikan masjid ini terasa sejuk di dalam. Bagian dalam masjid terdapat empat tiang kayu bulat sebagai penyangga utama. Kayu-kayu itu tidak dicat sehingga tampak sangat alami.

Ruangan masjid tidak terlalu besar. Posisi antara jemaah laki-laki dengan perempuan dipisah dengan tirai kain. Di area depan terdapat bagian yang menjorok ke dalam untuk posisi imam. Di sampingnya ada mimbar kayu berwarna cokelat tua dengan dua pelantang suara di atasnya.

Lantai masjid berlapiskan keramik putih. Sedangkan pada bagian atas berplafon kayu yang diatur sedemikian rupa dalam barisan vertikal. Tidak ada kaligrafi yang menghiasi dinding masjid, tapi konstruksi bangunan masjid yang terbuat dari kayu tersebut membuat suasana di dalam masjid begitu tenang dan nyaman.

Di bagian serambi kanan masjid, terdapat beduk yang diletakkan di antara tiang-tiang penyangga masjid. Berbeda dengan beduk pada umumnya yang berbentuk bulat dengan panjang satu meter, beduk yang terdapat di Masjid Tuo ini memiliki panjang hampir tiga meter dengan bagian belakangnya lebih kecil. Beduk ini menjadi daya tarik di masjid ini, tapi sayangnya tidak ada orang yang bisa ditanyai tentang cerita dari masjid tersebut karena suasana masjid sedang sepi.

Berdasarkan keterangan di situsbudaya.id, Masjid Tuo Al-Khairiyah dibangun pada tahun 1276 H atau 1858 M. Angka tahun tersebut, tertulis pada salah satu tiang masjid di sisi barat masjid. Namun, dari segi bangunan atapnya yang berbentuk limas dan bertingkat menunjukkan ciri khas masjid tua yang ada di nusantara.

Persis di depan masjid ini terdapat makam Tuan Tapa yang legendaris. Jaraknya hanya terpaut beberapa meter saja. Bila Anda ke Tapaktuan, Anda bisa memanfaatkan kesempatan untuk berziarah ke makam sekaligus mengunjungi Masjid Tuo pada waktu bersamaan.[]

Editor : Ihan Nurdin



KOMENTAR FACEBOOK