Persawahan di Aceh Utara Masih Ada yang Tadah Hujan

Ilustrasi sawah kering @trubus

ACEHTREND.COM, Lhoksukon – Sekitar 7.945 hektare dari 46.000 hektare areal persawahan di Kabupaten Aceh Utara masih berstatus sawah tadah hujan. Kondisi ini membuat petani hanya bisa menggarap sawahnya saat musim hujan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Utara, Syarifuddin, mengatakan, dari 27 kecamatan di Aceh Utara, Kecamatan Pirak Timu satu-satunya kecamatan yang sama sekali belum terdapat irigasi. Pembangunan irigasi menurutnya merupakan kewenangan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Sementara kewenangan mereka hanya sebatas membuat saluran air atau “saluran cacing” di areal persawahan.

“Untuk menjadi acuan pembangunan irigasi di kabupaten, kita sudah mengirimkan data luas lahan yang tadah hujan ke Dinas PUPR Aceh Utara. Sehingga prioritas pembangunan irigasi itu terpetakan dengan baik,” ujarnya.

Syarifuddin menjelaskan, luas lahan persawahan di Aceh Utara cenderung menurun karena alih fungsi menjadi lokasi pertokoan dan perumahan di kawasan strategis.

“Tentunya pasti akan terjadi penurunan jumlah luas lahan persawahan, masyarakat pun semakin membangun bangunan dan toko besar di pinggir jalan lintas nasional,” katanya.

Sementara itu, salah seorang warga Desa Alue Bungkoh, Kecamatan Pirak Timu, Aceh Utara, Faisal Razi, meminta agar Pemerintah Kabupaten Aceh Utara memprioritaskan dan mempercepat pembagunan irigasi di kecamatan pedalaman Aceh Utara tersebut.

“Sebagian saluran irigasi sudah dibangun lima tahun lalu, sampai sekarang belum selesai-selesai. Kami harap pembangunan irigasi  bisa jadi prioritas bupati,” pungkasnya.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK