Bersantai di Kaki Gunung Lampu Sambil Minum Jus Buah Nipah

Jus buah nipah @aceHTrend/Yelli Sustarina

ACEHTREND.COM, Tapaktuan – Keindahan alam Kota Tapaktuan, Aceh Selatan menjadi daya tarik bagi setiap pengunjung yang datang atau sekadar melewati daerah yang dijuluki sebagai Kota Naga ini. Letak kota yang persis berada di bibir pantai memungkinkan banyak tempat untuk bersantai sejenak, sambil memandang indahnya lautan yang langsung berhadapan dengan Samudera Hindia.

Salah satunya, kawasan kuliner yang berada di Kaki Gunung Lampu, Tapaktuan, Aceh Selatan. Dari sini, kita juga bisa menuju lokasi tapak kaki Tuan Tapa yang menjadi legenda Tapaktuan dan naga. Namun, banyak wisatawan memilih untuk bersantai dan berlama-lama di kafe-kafe ini sambil menikmati jus buah nipah yang menjadi minuman khas di tempat ini.

Tidak semua kafé di Aceh Selatan menyediakan jus buah nipah, hanya tempat-tempat tertentu seperti di beberapa kafe di kawasan Kaki Gunung Lampu dan di Lembang Kluet Utara, Aceh Selatan. Buah yang tergolong sulit didapatkan ini hanya terdapat musiman di beberapa tempat lain, khususnya di bulan puasa. Uniknya, di kafe ini persedian jus nipah selalu ada dan menjadi minuman khas di tempat tersebut di Aceh Selatan.

Buah nipah yang mempunyai nama latin nypa fruiticans ini, biasanya tumbuh secara liar di daerah rawa berair payau atau daerah pasang surut dekat pantai. Daerah dengan kondisi tersebut banyak terdapat di beberapa kawasan di Aceh Selatan, sehingga persediaan buah nipah selalu ada. Sebelum diolah menjadi jus buah nipah, daging buah nipah berwarna putih mirip seperti daging buah kelapa, tapi bentuk kulit luarnya mirip seperti tandan kelapa sawit.

Jus buah nipah yang disajikan kepada pengunjung, sudah diberi sedikit pewarna sehingga berwarna merah jambu. Rasanya manis dan segar, apalagi diminum di tepi pantai sambil menikmati keindahan alam Tapaktuan. Dari tempat ini kita bisa memandang luas hamparan Samudera Hindia dan tingginya Bukit Barisan yang membatasi kota kecil ini.

Sekilas, kita melihat lautan menjorok ke daratan seakan empasan gelombang laut memasuki kota. Namun, itu hanya penglihatan semu yang menggambarkan kontur teluk di daerah ini. Makanya masyarakat setempat juga menyebut daerah ini Kota ‘Taluak’ dalam bahasa Anaeuk Jamee.

Bila ke Tapaktuan atau melewati kota ini, singgah sejenak untuk merasakan jus buah nipah yang jarang kamu temukan di daerah lain. Sekadar saran, bila ingin meminum jus buah nipah hendaklah datang pada sore hari karena pemandangan sunset sangat indah bila dinikmati dari kafe yang berada di Kaki Gunung Lampu, Aceh Selatan.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK