PB HUDA Dikukuhkan, Ini Harapan Pemerintah Aceh

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Tgk H. Muhammad Yusuf A Wahab dikukuhkan sebagai Ketua Pengurus Besar Himpunan Ulama Dayah Aceh (PB HUDA) periode 2019-2023. Pelantikan itu berlangsung di Dayah Thalibul HUDA Desa Bayu, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Sabtu (2/3/2019).

Bersama sejumlah pengurus lainnya, sosok yang akrab disapa Tu Sop Juenieb ini dipercayakan memegang tampuk di jajaran PB HUDA setelah dilantik oleh Rais ‘Am PB HUDA, Abu Syech H Hasanoel Bashry atau akrab disapa Abu Mudi.

Dalam kesempatan itu, Tu Sop menyampaikan beberapa hal terkait terobosan-terobosan yang akan dilakukan oleh PB HUDA. Di antaranya mengenai esensi dari hadirnya wadah HUDA serta kepentingannya untuk umat.

“Pada dasarnya HUDA hadir sebagai sebuah wadah untuk pencerdasan umat. Tentu saja ini amanah yang harus kita emban sebagai sebuah solusi bagi persoalan umat. Maka dari itu, pengurus HUDA harus kompak, mari ciptakan kebersamaan sehingga kehadiran HUDA bermanfaat bagi kehidupan umat,” ujar Tu Sop Jeunieb.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Usamah El-Madny, yang hadir mewakili Pemerintah Aceh mengucapkan selamat dan sukses atas pelantikan PB HUDA. Dalam sambutannya, Usamah berharap kehadiran PB HUDA menjadi mitra strategis Pemerintah Aceh.

“Pemerintah Aceh akan selalu butuh saran dan pendapat dari para ulama. Terbukti selama ini, HUDA banyak menyumbangkan ide-ide kepada Pemerintah Aceh yang diaplikasikan dengan baik oleh Pemerintah Aceh,” ujar Usamah El Madny.

Usamah melanjutkan, Aceh harus dibangun secara bersama-sama, maka keterlibatan ulama dayah dalam mengisi pembangunan dan kemajuan Aceh adalah mutlak.

“Untuk itu jangan pernah lelah menasihati kami, kita tatap bersama kebangkitan Aceh untuk masa depan yang lebih baik,” ujar Usamah yang juga alumnus Dayah Darul Ulum Lueng Ie tersebut.

Hadir dalam pelantikan PB HUDA di antaranya Tgk H Hasanoel Bhasry HG, Imam Besar Mesjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Prof Azman Ismail, Ketua Mahkamah Syariah Aceh, Dr. Idris Amahmu, Abu Madinah, Abu Manan Blang Jruen dan para tamu undangan lainnya.[]

Editor : Ihan Nurdin