Cut Winda, Hafizah 20 Juz Alquran Terpaksa Putus Kuliah karena Biaya

Cut Winda didampingi ayahnya

ACEHTREND.COM, Lhokseumawe – Hafizah asal Gampong Ujong Blang, Cut Winda Sari (18), terpaksa tidak dapat melanjutkan kuliah di IAIN Lhokseumawe karena tidak ada biaya. Ayahnya yang berprofesi sebagai nelayan tidak sangguh memenuhi biaya kuliah Cut Winda Sari.

Cut Winda saat ini sudah mampu menghafal 20 juz Alquran. Ia juga pernah menjuarai sejumlah lomba MTQ baik tingkat kabupaten maupun provinsi. Gadis itu telah memperdalam Alquran sejak usia dini.

Anak kedua pasangan TM Murdani dan Mulyani Ilyas ini sangat berharap agar dia dapat melanjutkan kembali kuliahnya yang sempat berhenti di pertengahan semester pertama.


“Dulunya saya sempat kuliah di IAN Lhokseumawe mengambil Fakultas Tarbiah dan Bahasa Arab,,” Kata Cut Winda Sari didampingi ayahnya kepada aceHTrend, Senin (4/3/2018).

Cut menjelaskan dia juga pernah mengikuti tes beasiswa Bidikmisi. Namun belum berpihak kepadanya, sehingga dia mengambil ujian lainnya untuk bisa kuliah di IAN Lhokseumawe, tetapi berhenti di tengah jalan lantaran tidak ada biaya untuk terus melanjutkan kuliahnya dan juga karena sakit.

Dia mengaku saat itu mengalami sakit tipes saat masih sekolah di MAN Lhokseuamwe, bahkan dirinya juga pernah dirawat di Rumah Sakit Bunda Lhokseuamwe.

Selama tidak lagi kuliah, Cut mengungkapkan untuk saat ini dirinya terus mematangkan hafalannya. Selain itu dia juga mengajar hafal kepada anak-anak yang ada di Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kota Lhokseumawe.

Jebolan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Lhokseumawe itu menceritakan, dirinya menghafal Alquran sejak kelas V Madrasah Ibtidaiyah Banda Masen, hingga sukses menjadi hafizhah (penghafal Alquran). Menurutnya, aktivitas menghafal Alquran dengan target waktu tiga tahun, semua itu dijalaninya dengan ikhlas.

Selain itu, dia mengungkapkan sejak di MTS hingga MAN, dia juga pernah mendapat bantuan beasiswa dari Muslim AID dari Inggris, sedangkan dari Batul Mal di tahun 2017 mendapat beasiswa selama dua tahun sejak MAN.

Adapun penghargaan yang diterimanya di antaranya, Juara 3 Lomba MTQ Tingkat Putri HUT ke-72 TNI Tahun 2017, Juara 2 Hifdzil Alquran 10 Juz MTQ Tingkat Provinsi di Papua 2018, Juara 2 Kategori 10 Juz di LDK AL-Furqan STAIN Malikussaleh Lhokseumawe, dan Juara 2 Hifdzil Alquran 10 Juz STAIN Malikussaleh Lhokseumawe tahun 2016.

Sementara itu, pemerhati masyarakat Kota Lhokseumawe, Herman Ibrahim, meminta pemerintah harus memberikan perhatian khusus baik dalam hal pendataan atau pendanaan untuk lembaga hafiz Alquran.

Selain itu, pemerintah juga harus ada pendataan generasi muda yang memiliki potensi yang ada di setiap desa, untuk terus dilatih sehingga dapat mengembangkan kemampuan mereka dan membawa nama baik daerah.

“Intinya saat ini kita jangan saling menyalahkan, tapi mengambil beban bersama untuk  melakukan perubahan Kota Lhokseuamwe lebih baik ke depannya. Apalagi saat ini sangat banyak generasi muda yang memilih jalan hidup salah, ini tentunya kurang ada perhatian,” katanya.

Tambahnya, untuk para generasi muda penghafal Alquran ia mengajak agar hal ini menjadi perhatian bersama.

“Kita juga meminta pihak kampus juga dapat membentuk sebuah lembaga dan asrama untuk para hafiz,” ujarnya.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK