Waled Nu: Pak Jokowi Harus Sabar dan Tetap Melanjutkan Program di Periode Kedua

ACEHTREND.COM,Jakarta- Sebanyak 105 ulama se-Aceh, Selasa (5/3/2019) beranjangsana ke Istana Negara dan bersilaturahmi dengan Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo. Dalam kesempatan itu para ulama melakukan tabayyun (klarifikasi) kepada Jokowi terkait sejumlah fitnah yang ditujukan kepada bekas pengusaha meubel asal Solo itu.

Dalam wawancara yang dilakukan oleh sejumlah media, Waled Nu mengatakan bahwa selain tabayyun langsung ke Presiden Jokowi, para ulama juga berpesan agar sang presiden untuk tetap sabar dan fokus melanjutkan kerja membangun Indonesia. Juga di periode kedua tetap melanjutkan program yang belum selesai.

“Tetap sabar dan melanjutkan program di periode kedua, apa yang belum selesai,” ujar Waled, seusai pertemuan dengan Presiden RI.

Dalam wawancara dengan salah satu stasiun televisi swasta nasional, Waled Nu mengatakan maraknya hoax di Aceh karena para pelaku fitnah lebih duluan bekerja mennyebarkan kabar bohong. Sehingga masyarakat yang aktif di media sosial terpengaruh.

“Masyarakat terpengaruh karena berita yang sebenarnya tidak tersedia. Siapa yang duluan, kan begitu. Karena yang dikonsumsi tidak benar, kan begitu. Masyarakat tidak tahu, seharusnya pemberitaan harus benar semua,” kata Waled Nu.

Kala ditanya apakah hoax di Aceh masih kencang, Waled mengatakan kepercayaan masyarakat Aceh kepada pemerintah sudah naik.

Sebagai agamawan, Waled Nu dan koleganya yang lain juga sudah dan masih terus mengajak masyarakat Aceh untuk tidak tenggelam dalam fitnah. “Dalam surat Al Humazah kan sudah diingatkan celakalah para pelaku fitnah dan pencela. Kami sampaikan bahasa agama untuk mengajak masyarakat menjauhkan diri dari fitnah,” kata Waled.

Selain itu, tambah Waled, Presiden Jokowi juga sudah pernah ke Aceh dan menjelaskan langsung tentang fitnah yang ditujukan padanya seperti anggota PKI, penista agama, diskriminasi ulama dan lain sebagainya.

Inti pesan Waled adalah rakyat Aceh jangan tenggelam dalam fitnah. Karena fitnah adalah perbuatan tercela dan sangat dibenci oleh Islam. Ulama kharismatik Aceh itupun berpesan, di periode kedua, Presiden Jokowi tetap melanjutkan program pro rakyat yang belum selesai.

KOMENTAR FACEBOOK