Disbudpar Aceh Gandeng Blogger dan Vlogger Promosikan Wisata Aceh

Foto: Objek wisata kaki Tuan Tapa di Tapak Tua, Aceh Selatan. @aceHTrend/Ihan Nurdin

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh menggandeng para bloger dan vloger untuk mengenalkan Aceh melalui tulisan dan video. Pembekalan dilakukan selama dua hari pada Selasa-Rabu (5-6/3/2019) di Hotel Permata Hati Banda Aceh.

Pelatihan tersebut menghadirkan tiga narasumber, yaitu Yudi Randa dari kalangan bloger, Muhammad Al Munawir selaku Youtuber, dan Ihan Nurdin selaku Wakil Pemimpin Redaksi aceHTrend. Adapun tema yang diangkat ialah Ceritakan Pengalaman Berwisata Melalui Tulisan Bijak dan Menarik.

Yudi Randa sebagai pemateri pertama membahas tentang Branding Pariwisata Melalui Blog. Menurutnya hal yang dijual dalam pariwisata adalah cerita, maka blog merupakan tempat yang tempat untuk menceritakan secara detail tentang sebuah destinasi wisata.

“Ketika orang hendak berpergian ke suatu tempat, maka mereka akan mencari informasinya kepada Google. Selama masih ada orang yang menggunakan search engine melalui Google, Yahoo, Yandex, dan sebagainya, selama itulah  blog masih dibutuhkan sebagai sumber informasi. Jadi, semuanya bisa ditemukan di blog, kecuali tidak ada yang menulis cerita tersebut,” ujarnya kepada audiens.

Selain blog, Youtube juga bisa digunakan untuk memperkenalkan wisata Aceh. Apalagi 43% pengguna media sosial mengakses Youtube untuk mendapatkan informasi. Hal itu disampaikan oleh pemateri kedua Muhammad Al Munawir yang menyampaikan materi tentang Pengembangan Potensi Wisata Melalui Media Sosial.

Pemilik akun Youtube Awien Syueib ini banyak membahas tentang strategi pembuatan konten melalui video. Terutama saat produksi sebuah video.

“Ada tiga hal yang perlu diperhatikan dalam memproduksi video yaitu, shooting, editing, dan share. Kita harus menyiapkan skrip terlebih dahulu sebelum proses shooting, sehingga kita mengetahui bagian mana yang perlu diambil videonya. Selanjutnya masuk pada tahap editing dan kemudian share ke media sosial,” ujar pemuda yang akrab disapa Awien.

Di sesi terakhir Ihan Nurdin membahas tentang Became a Travel Writer. Di sini diajarkan bagaimana cara menulis yang baik dan benar, terutama informasi apa saja yang perlu disampaikan dalam sebuah tulisan pariwisata.

Pada hari kedua, peserta yang terdiri atas komunitas bloger, youtuber, dan para duta wisata Aceh ini akan diminta menuliskan di blog dan membuat video yang bertemakan pariwisata. Kemudian hasilnya akan dipilih pemenang terbaik dari tulisan dan video yang dihasilkan peserta. Selanjutnya para bloger dan youtuber ini akan dijadikan mitra oleh Disbudpar Aceh untuk memperkenalkan destinasi wisata yang ada di Aceh.[]

KOMENTAR FACEBOOK