Kala Monyet pun Mulai Nyopet di Langsa

Hutan bakau Langsa, merupakan salah satu destinasi wisata alam yang menarik untuk dikunjungi. Selain panorama hutan rawa bakau yang masih alami, juga menjadi bagian edukasi yang mendekatkan pengunjung dengan ekosistem pinggir laut.

Untuk bisa mengakses ke dalam lebatnya hutan bakau, pengelola telah membangun jembatan yang berupa koridor meliuk-liuk di tengah lebatnya bakau dan ragam jenis tumbuhan lainnya.

Di sana pula, pengunjung bisa berakrab dengan monyet yang lalu lalang dari pohon ke pohon, serta juga kerap ikut berjalan di pagar jembatan, serta di lantai koridor.

Tentang monyet-monyet itu, tentu memiliki cerita tersendiri. Seorang pengelola spot foto di sana bercerita bahwa awalnya ia ikut menjajakan air mineral di spot tersebut. Tapi, ia selalu dikerjai oleh kawanan monyet yang terlihat sangat jinak itu. Barang dagangannya “dirampok” oleh kawanan monyet.

“Begitu saya tinggalkan sejenak, air mineral sudah habis diangkut oleh monyet-monyet itu. Dari awalnya berharap untung, justru rugi,” katanya tertawa, mengingat ulah monyet-monyet tersebut, Sabtu (2/3/2019).

Pengalaman unik dirasakan oleh Khairalina (32) warga Bireuen yang berkunjung ke hutan bakau Langsa. Kala ia dan kakak iparnya sedang mendengarkan penjelasan seorang lelaki penyemai bibit bakau, tiba-tiba seekor monyet merampas tas yang ia sandang.

Khairalina sangat terkejut. Ia pun saling tarik menarik dengan sang monyet. Setelah dibantu oleh orang lain, akhirnya si monyet mengalah. Tapi tidak lari. Monyet itu tetap santai saja di dekat Khairalina, sembari menunggu moment untuk mencoba menyopet kembali.

Melihat sikap monyet yang seakan tidak berdosa, Khairalina pun siaga. Tas yang tadinya disandang dibahu, kini dikepit di dada.

Oleh lelaki penyemai bibit bakau, diceritakan bahwa kelakukan monyet-monyet di sana memang nakal. Bahkan beberapa ekor kerap menyopet barang bawaan pengunjung.

“Sebaiknya tas dipegang erat-erat. Monyet-monyet itu nakal dan suka mencopet,” kata si lelaki.

Pun demikian, destinasi hutan bakau Langsa, memang layak dikunjungi. Pengunjung bisa melihat secara langsung habitat lingkungan pinggir laut yang menjadi favorit ketam dan udang rawa, juga track yang panjang bisa membantu membakar lemak tubuh.

Di dalam area itu juga tersedia spot foto dan wisata boat keliling rawa. Juga, menjelang pintu ke luar, ada beberapa kantin yang disediakan untuk melepas lelah.

KOMENTAR FACEBOOK