Sayangi dan Cintailah Perempuan

Ilustrasi

Oleh Teuku Marwadi Al Chalidy*)

“wanita adalah tiang negara, apabila wanita itu baik maka negara akan baik. Apabila wanita itu rusak, maka negara akan rusak pula” (Al hadist)

Keindahan sejati seorang wanita akan terpancar bila ia dihiasai dengan keluhuran akhlak dan agama. Islam itu indah sangat melindungi perempuan. Dalam Islam perempuan adalah komponen yang sangat dijaga, karena keistimewaannya.

Sebelum Islam datang, perempuan tidak lebih sebatas komoditas dagang oleh para lelaki. Bahkan di masa jahiliyah, bayi perempuan dianggap aib. Sehingga dikubur hidup-hidup ketika baru lahir.

Sejak Nabi Muhammad mendapatkan mandat sebagai rasul, perempuan pun mulai dibela. Hak dan kewajiban perempuan diatir sedemikian rupa. Derajat perempuan dari sekedar komoditas, ditempatkan di posisi terhormat, yang tidak bisa dianggap sebagai komoditi.

Dalam dunia Islam, wanita memiliki peranan penting dalam membangun sebuah peradaban. Generasi Islam terbaik pasti dilahirkan dan dibesarkan oleh perempuan terbaik.

Untuk itu pula, syarat utama untuk mendapatkan generasi terbaik maka perempuan harus diberikan pendidikan setinggi-tingginya dengan kualitas terbaik. Kaum lelaki yang mengaku mencintai Rasulullah, tidak dibenarkan untuk menyakiti perempuan. Karena dengan menyakiti perempuan, berarti telah menyakiti nabi.

Untuk memcegah perempuan menjadi rusak, maka setiap keluarga harus memprioritaskan pendidikan terbaik bagi mereka, yang berimbang antara ilmu dunia dan akhirat. Bila dua hal itu sudah diberikan dengan bagusnya, maka ilmu yang akan menjaga perempuan tersebut dari perbuatan mungkar.

Lalu, apakah saat ini perempuan audah dipersiapkan dengan baik sebagai ibu bagi anak bangsa? Kita bisa melihat jawabannya melalui ramainya keaktifan mereka di media sosial, dengan ragam gaya dan tingkah yang membuat dada harus diurut berkali-kali. Mereka yang melampau batas di media sosial, secara garis besar bisa dipastikan sebagai produk gagal keluarga. Kelak bila menjadi ibu, mereka adalah ibu-ibu yang rentan.

Akhirnya, janganlah sakiti hati wanita, sayangilah mereka. Persiapkan mereka dengan sebaik mungkin.

Bila suatu waktu ada niatmu ingin menyakiti wanita, ingatlah ibumu. Mereka perempuan. Tak pantas disakiti. Tapi sangat pantas untuk dilindungi. Kalau dia butuh perhatian, maka kita berikan perhatian.

Kalau ingin negara ini maju, maka didiklah perempuan dengan pendidikan terbaik. Kelak di masa depan, kita akan melihat hasilnya.

*)Santri Dayah Budi, Kabupaten Pidie. Peserta pelatihan jurnalistik yang digelar Dinas Pendidikan Dayah pada akhir Februari 2019.

KOMENTAR FACEBOOK