Sayed Abdurahman Al Jamalullail, Ulama Aceh yang Berjalan di Atas air

Processed with VSCO with preset

Oleh Baihaqi*)

Sebagaimana negeri India terkenal di mana-mana dengan industri sinema Bollywoodnya, begitu juga Aceh terkenal di negeri India dengan masyarakatnya yang kuat Agama.

‎Diceritakan oleh Habib Miqdad Al-jamalullail seorang Habib di India berketurunan Aceh saat mengunjungi Dayah Bustanu Malikussaleh Ruhul Quddus, Gampong Birem Puntong Kota Langsa.

Baca juga: Tentang Wali yang Bisa Berjalan di Atas Air, Benarkah?

‎Aceh mulai terkenal di India tatkala kedatangan Syeikh Sayed Abdurrahman Al-Jamalullail yakni orang Aceh yang juga merupakan kakeknya.

‎Syeikh Sayed Abdurrahman Al-Jamalullail meninggalkan Aceh pergi ke India, ini berdasarkan perintah dari Nabi Muhammad SAW melalui mimpi yang menyuruh beliau untuk pergi ke India. Perjalanan beliau ke India terjadi sebuah kejadian yang sangat menakjubkan, yaitu beliau datang ke India itu hanya menggunakan sajadah, tidak menaiki kapal. Orang-orang di sana (india) yang melihat kejadian ini merasa takjub dan kemudian masuk islam dengan berkat Syeikh, bahkan mereka mengatakan “Syeikh, janganlah engkau pulang lagi ke Aceh, tinggallah di sini bersama kami.” Sehingga beliau pun tinggal di sana dan menikah di sana, hingga beliau memiliki keturunan di Malibar, sebuah kampung di India tempat beliau tinggal bahkan di luar Malibar.

Di dalam salah-satu kitab sejarah menyatakan, Syeikh Sayed Abdurrahman Al-Jamalullail bahwasanya ketika beliau berada di India sering kali setiap hari Sabtu beliau kembali ke Aceh guna menziarahi Aba dan Umminya di Aceh lalu balik lagi ke India. Syeikh pulang pergi dari India ke Aceh itu tidak menggunakan kapal, tetapi beliau berjalan di atas air laut. Karamah yang beliau miliki ketika berjalan di atas air, dilihat seorang lelaki bernama Isa, beliau menghampirinya dan mengatakan agar karamah beliau jangan dipublikasikan kepada orang lain. Tetapi Isa ini ingkar dan tetap memberi tahu karamah beliau kepada orang lain, setelah menceritakan karamah beliau kepada orang lain, seketika penglihatan Isa menghilang alias buta sampai ia meninggal dunia.

Negeri India, lanjut beliau, merupakan negeri muslim, mayoritasnya muslim namun secara global beragama Hindu. Dan kebanyakan masyarakat India yang beragama hindu banyak yang berziarah ke kuburan Syeikh Sayed Abdurrahman Al-Jamalullail untuk memintakan dikabulkan segala hajat mereka, mereka menyakini dan membenari karamah yang beliau miliki walaupun mereka beragama hindu.

Mereka melakukan ritual sebagaimana keyakinan mereka, yaitu dengan membawakan uang dan meletakkannya di kuburun Syeikh lalu berdo’a di hadapan kuburan Syeikh agar dikabulkan segala hajat mereka. Begitu juga kuburan-kuburan Habaib-habaib lainnya yang ada di India mereka juga menziarahinya.

Habib Miqdad Al-Jamalullail dalam kunjungannya ke Aceh merasa sangat bersyukur kepada Allah, karna impiannya selama ini telah terkabulkan, yaitu bisa pergi ke kampung halaman kakeknya Syeikh Sayed Abdurrahman Al-Jamalullail, dan bekeinginan ingin pergi lagi ke Aceh di lain waktu dengan membawakan ayah dan ibunya serta saudara-saudaranya.

Semoga impian beliau dapat terkabulkan. Amiin.

*)Santri Dayah Bustanu Malikussaleh Ruhul Quddus, Kota Langsa. Peserta pelatihan jurnalistik santri Dayah se-Aceh.

Keterangan foto : Habib Miqdad Al-Jamalulail bersama Abati Birem Puntong.

KOMENTAR FACEBOOK