Pertambangan Hadirkan Dampak Buruk Bagi Perempuan

ACEHTREND.COM,Banda Aceh- Puluhan perempuan yang berhimpun di bawah Solidaritas Perempuan Bungong Jeumpa Aceh, Jumat (8/3/2019) menggelar aksi damai di bundaran Simpang Lima, Banda Aceh. Mereka meminta pemerintah segera menghentikan pertambangan yang merugikan kaum hawa.

Alih fungsi lahan dari pertanian ke pertambangan telah menyebabkan kerugian bagi perempuan. Kaum hawa juga terbeban dengan semakin jauhnya akses air bersih dan rusaknya sumber-sumber air bersih.

Badan Eksekutif SP Bungong Jeumpa Aceh, Rlvida, dalam rilisnya yang dikirim ke redaksi aceHTrend, tidak menyebutkan contoh spesifik di Aceh yang disebabkan dari hadirnya pertambangan. Ia hanya mengurai secara umum saja, dengan berputar-putar menjelaskan dampak umum terhadap perempuan akibat hadirnya industri.

Dalam rilisnya itu, Elvida juga mengatakan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah pada Desember 2018 telah mencabut 98 Izin Usaha Pertambangan (IUP) eksplorasi dan Operasi Produksi (OP) mineral logam dan batubara yang bermasalah.

“Masalahnya kemudian, pada Januari 2019 lalu pemerintah tak lagi memperpanjang moratorium tersebut. Ini menjadi kabar buruk bagi kita semua. Karena itu kita mendesak pemerintah untuk tetap meninjau ulang sekaligus mengevaluasi kegiatan pertambangan yang selama ini bermasalah,” kata Elvida.

KOMENTAR FACEBOOK