Balai Bahasa Sumatera Barat Lakukan Pembinaan Literasi

ACEHTREND.COM, Padang Panjang– Komunitas Seni Kuflet dan Forum Pegiat Literasi (FPL) bekerja sama dengan Balai Bahasa Prov Sumatra Barat melakukan pembinaan untuk pegiat-pegiat komunitas baca di Kota Padang Panjang.

Dari laporan yang AceHTrend terima, Selasa (12/3/2019), kegiatan yang berlangsung Senin-Rabu (11-13/3), di Ruang UKM Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang ini, dibuka oleh penasihat dan Pendiri Komunitas Seni Kuflet Padang Panjang, Dr Sulaiman Juned.

Sulaiman Juned dalam sambutannya mengatakan, belakangan ini, komunitas-komunitas baca telah banyak tumbuh di Kota Padang Panjang.

Ini terjadi seiring dengan adanya gerakan literasi nasional yang dicanangkan Pemerintah Pusat dan disambut dengan positif oleh Pemerintah Kota Padang Panjang melalui pencanangan kota literasi.

“Eksistensi komunitas baca yang semakin tumbuh di Padang Panjang tidak lepas dari keterlibatan berbagai pihak, khususnya kesadaran masyarakat atas pentingnya membaca buku,” ujar dosen teater yang dikenal sebagai penyair itu.

Secara khusus Sulaiman Juned menyampaikan terima kasih kepada Balai Bahasa atas kerjasama kegiatan pembinaan komunitas baca tersebut.

Sebab hal ini, kata Sulaiman, sangat sejalan dengan program-program Komunitas Seni Kuflet sebagai salah satu komunitas yang tumbuh di Padang Panjang dan telah berusia lebih 20 tahun.

“Semoga kerjasama ini berlanjut pada kerjasama-kerjasama lainnya dan Komunitas Seni Kuflet siap mendukung,” ucap Sulaiman Juned putra Aceh kelahiran Pidie ini.

Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatra Barat, Dwi Sutana di hadapan 40 peserta yang mewakili pegiat literasi memaparkan, pembinaan komunitas baca salah satu program Balai Bahasa untuk menguatkan gerakan literasi di daerah.

“Balai Bahasa melakukan pendampingan dan mendatangkan narasumber yang berkompeten di bidangnya. Harapan kami, program ini mampu menyemangati pegiat komunitas baca untuk terus bergerak dan menumbuhkan komunitas baca yang baru,” ujar Dwi Sutana.

Adapun para narasumber, dari Balai Bahasa: Puteri Asmarini, Penyuluh di Balai Bahasa Sumatra Barat, Suhendri, Pegiat Tanah Ombak Padang, dan Muhammad Subhan, Penulis dan pegiat literasi.[]