Berkas Kasus Perkosaan Anak Tiri Dikirim ke Kejaksaan Minggu Depan

HD alias Roy

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Polisi masih melakukan penyidikan terhadap kasus kejahatan seksual yang dilakukan HD alias Roy (43) yang menyetubuhi anak tirinya yang berusia di bawah umur. Kasus itu ditangani Polresta Banda Aceh dan ditargetkan pekan depan berkasnya dikirim ke Kejaksaan Negeri Banda Aceh.

“Kasus pencabulan anak di bawah umur masih dalam tahap penyidikan. Pelaku masih ditahan di Mapolresta guna melengkapi berkas perkara sebelum diserahkan ke pihak kejaksaan,” kata Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh, AKP Taufik, saat dikonfirmasi aceHTrend terkait perkembangan kasus tersebut pada Selasa (12/3/2019).

Sementara korban yang masih berusia 11 tahun saat ini juga diberikan pendampingan sesuai prosedur yang berlaku.

Baca: Di Banda Aceh, Ayah Tiri Diduga Perkosa Anak di Bawah Umur

“Iya dilakukan pendampingan sesuai dengan prosedur yang ada, termasuk didampingi oleh orangtuanya,” kata Taufik singkat.

Sementara itu, Kepala Unit Pelayanan Perempuan dan Anak Polresta Banda Aceh, Ipda Puti Rahmadiani, terkait pendampingan korban mengatakan, korban mendapatkan pendampingan khusus dari lembaga terkait yakni Dinas Sosial. Kondisi psikologis korban juga terus dipantau perkembangannya.

“Karena korban mengalami rasa trauma, sementara pihak keluarga kabarnya membawa korban ke luar daerah untuk refreshing sekitar satu minggu. Dan direncanakan minggu depan mulai sekolah kalau sudah memungkinkan,” kata Puti.

Untuk pelaku, sambung Puti, sudah diamankan oleh Unit PPA Polresta Banda Aceh, guna melengkapi berkas yang belum lengkap.

“Kami lakukan penahanan untuk pengembangan dan penyelesaian berkas perkaranya, pelaku dikenakan Pasal 81 ayat 1,2 dan 3 UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun, maksimal 15 tahun, dapat ditambah 1/3 dari hukuman pokok karena yang melakukan orang terdekat(bapak),” jelasnya.

Jika semua berkas sudah lengkap, maka berkas langsung diserahkan ke kejaksaan.

“Kalau berkasnya kemungkinan minggu depan bisa dinaikkan ke kejaksaan, nanti setelah dikaji jika ada kekurangan akan dilengkapi kembali, terkait pasal lainnya itu belum ada. Namun tergantung petunjuk dari jaksa kalau bakal ada penambahan nantinya,” kata Ipda Puti.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK