Sebagai Pelabuhan Nusantara, Sulaiman Abda Nilai Labuhan Haji Masih Kalah dari Kuala Idi dan Lampulo

@aceHTrend/Hendra Keumala

ACEHTREND.COM, Tapaktuan – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh, Sulaiman Abda, meninjau pelabuhan Labuhan Haji, Aceh Selatan. Pelabuhan tersebut merupakan salah satu akses penyeberangan ke Pulau Simeulue, Kamis (14/03/2019).

Pada kesempatan itu Sulaiman Abda didampingi Panglima Laot Lhok Labuhan Haji, Said Zulkifli. Kunjungan ke pelabuhan tersebut terkait program pemerintah provinsi mengenai pelabuhan nusantara.

Sulaiman Abda mengatakan, di Provinsi Aceh ada tiga pelabuhan yang masuk dalam program pelabuhan nusantara, yaitu Kuala Idi di Aceh Timur, Lampulo di Banda Aceh, dan Labuhan Haji di Aceh Selatan.

“Jika kita lihat perbandingan pelabuhan Lampulo dan Kuala Idi sangat jauh ketinggalan pelabuhan Labuhan Haji ini,” kata Sulaiman Abda.

Sulaiman menambahkan, setelah melakukan tinjauan ada beberapa infrastruktur yang harus diperbaiki dan diperhatikan Pemerintah Aceh. Menyangkut perencanaan perluasan pelabuhan dan kondisi dermaga yang sudah patah dan pemecah ombak.

Menurutnya pelabuhan Labuhan Haji ini merupakan teluk, indah, dan alami. Ketika di tempat lain mengalami musim barat, semua kapal daerah lain akan merapat ke dermaga tersebut.

“Oleh karena itu kita ingin memberi perhatian yang luar biasa karena kita menginginkan pelabuhan Labuhan Haji menjadi tempat transportasi yang berada di wilayah barat selatan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala UPTD Labuhan Haji, Yulmahendra, menyampaikan untuk saat ini membutuhkan perbaikan dermaga karena causeway sudah mulai rusak sehingga mobil yang melintas terbatas muatannya.

Selama ini prioritas muatan hanya untuk muatan ringan  sementara untuk Fuso tidak bisa lewat dan harus mengutamakan untuk penumpang dengan kendaraan kecil.

Ia berharap dengan adanya tinjauan Wakil Ketua DPRA ke depan agar segera diperbaiki karena pelabuhan Labuhan Haji lebih dekat dengan Simeulue dari Singkil dan Meulaboh juga lebih memilih ke Labuhan Haji karena pelayarannya singkat.

“Kami juga kewalahan di lapangan selama ini yaitu antreannya yang panjang karena kadang-kadang dari Singkil juga kemari,” ujarnya.

Hal serupa juga disampaikan Panglima Laot Lhok Labuhan Haji, Said Zulkifli, mengatakan pada 2019 pelabuhan ini sudah diserahkan ke provinsi dari kabupaten dan sudah menjadi aset provinsi.

Pemerintah provinsi merencanakan perluasan, pembuatan tanggul lain dan bangunan balai nelayan dan rumah dinas diharapkan menjadi pelabuhan nusantara.

Memang kata dia, kalau dijadikan pelabuhan nusantara lokasi daratannya agak kecil sedikit lebih kurang sekitar enam hektare. Selain itu daerah tersebut juga berdekatan dengan TPI.

Oleh karena perlu dilakukan perluasan atau pembebasan tanah jika tidak harapan sebagai pelabuhan nusantara dinilai tidak mencukupi persyaratan.

“Kami berharap dari Pemerintah Aceh ada pembebasan lahan sebanyak 8 hektare karena di sini ada lahan yang tersedia. Ini sudah ada perencanaan di dinas, tapi akan waktu akan dilakukan itu belum ada,” kata Said Zulkifli.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK