Sebar Fitnah Pemerintah Legalkan Zina, Ustad Asal Bayuwangi Mengaku Terinspirasi Tengku Zulkanen

Ustaz di Banyuwangi yang menyebut pemerintah siapkan UU melegalkan zina. (Foto: Media Sosial)

ACEHTREND.COM, Surabaya- Supriyanto, seorang ustad yang ditangkap polisi karena menyebarkan kabar bohong bahwa bila terpilih kembali Joko Widodo akan melegalkan zina di Indonesia melalalu Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (UU PKS) yang kini draftnya terus digodok, mengaku terinspirasi dari pernyataan Tengku Zulkarnen yang merupakan Wasekjen MUI Pusat.

Kala diperiksa di Kantor Panwascam Kalibaru, Baywangi, Senin (11/3/2019) Supriyanto mengaku pernyataan itu ia sampaikan diminta menyampaikan tausiah dan doa oleh jamaah mesjid Al Ihsan, Desa Kalibaru Wetan, Sabtu (9/3/2019).

Kepada Panwaslih Supriyanto mengaku apa yang ia sampaikan referensi dari video ceramah Ustaz Zulkarnain, kemudian dari orang PKS, Jazuli dan Hidayat Nur Wahid, bahwa saat ini katanya pemerintah sedang menggodok Undang-Undang Pelegalan Perzinaan.

Video ceramah Ustaz Tengku Zulkarnain yang dimaksud sebelumnya sempat ramai di media sosial. Dalam video tersebut, Tengku Zul mengatakan pemerintah yang mengusulkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS). Dia menyebut pemerintah akan melegalkan zina dan menyediakan alat kontrasepsi untuk muda-mudi apabila RUU tersebut disahkan.

Berikut ini kutipan ceramah Ustaz Tengku dalam video yang beredar seperti dilihat detikcom, Selasa (12/3/2019):

… Pelajar, dan mahasiswa, dan pemuda yang belum nikah yang ingin melakukan hubungan seksual, maka pemerintah mesti menyediakan alat kontrasepsi untuk mereka. Anak-anak muda yang belum nikah kepengen berzinah, pemerintah harus menyediakan kondomnya supaya tidak hamil di luar nikah.

Kalau ini disahkan, berarti pemerintah telah mengizinkan perzinahan, bahkan menyediakan kondom dan alat kontrasepsi.

Belakangan, Ustaz Tengku Zul meminta maaf dan mencabut tuduhannya itu. Dia mengaku mendapat masukan yang salah soal RUU PKS.

“Stlh mencermati isi RUUP-KS sy tdk menemukan pasal penyediaan alat kontrasepsi oleh Pemerintah utk pasangan Remaja dan Pemuda yg ingin melakukan hubungan suami isteri. Dengan ini saya mencabut isi ceramah saya tentang hal tersebut. Dan meminta maaf krn mendapat masukan yg salah,” cuit Ustaz Tengku.

Wakil Ketua MUI Zainut Tauhid mengatakan pernyataan Wasekjen MUI Tengku Zulkarnain soal pemerintah melegalkan zina lewat RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS) merupakan kecerobohan yang nyata. MUI menegaskan tidak bertanggung jawab atas pernyataan itu.

“Bahwa apa yang disampaikan oleh Ustaz Tengku Zulkarnain tentang pemerintah akan melegalkan zina lewat RUU P-KS adalah bentuk pernyataan pribadi dan tidak mengatasnamakan organisasi MUI, sehingga MUI tidak bertanggung jawab atas pernyataannya tersebut,” ujar Zainut lewat keterangannya, Rabu (13/3/2019).

Zainut juga membantah pernyataan Tengku yang mengaku mendapatkan sumber informasi dari hasil kajian staf ahli MUI. Pernyataan yang dimaksud ialah soal pemerintah yang akan menyediakan alat kontrasepsi bagi remaja yang ingin berhubungan seksual.

“Bahwa tidak benar apa yang disampaikan oleh TZ tersebut adalah bersumber dari hasil kajian staf ahli MUI atau Komisi Hukum dan Perundang-undangan (Kumdang) yang mengatakan bahwa dalam RUU P-KS ditemukan pasal kewajiban pemerintah menyediakan alat kontrasepsi untuk pasangan remaja dan pemuda yang ingin melakukan hubungan seksual. Sehingga apa yang disampaikan oleh TZ sama sekali tidak berdasar dan merupakan bentuk kecerobohan yang sangat nyata,” bebernya.

detik/dbs

KOMENTAR FACEBOOK