Terkait Kesejahteraan Eks-GAM, Tgk Muhar: Persoalan Reintegrasi Belum Selesai

ACEHTREND.COM, Idi Rayek – Politisi Partai Aceh Tgk. Muharuddin mengatakan, persoalan kesejahteraan eks-kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) saat ini belum seluruhnya merata karena belum selesainya persoalan reintegrasi yang menjadi tanggung jawab pemerintah pusat dalam merealisasikan butir-butir perjanjian damai MoU Helsinki.

“Pemerintah pusat belum merealisasikan hak untuk setiap kombatan GAM mendapatkan 2 hektare lahan seperti yang tertuang dalam perjanjian damai (MoU) Helsinki,” kata Tgk. Muharuddin menjawab pertanyaan salah seorang eks-kombatan GAM Aceh Timur dalam silaturahmi dengan warga Kecamatan Idi Timur dan Idi Rayek, di Gampong Seuneubok Teungoh, Selasa (12/3/2019).

Kondisi ini bisa terjadi menurutnya juga disebabkan lemahnya perjanjian damai yang ditandatangani 2005 silam. Saat itu disebutkan anggota GAM berjumlah 30 ribu orang, sementara faktanya mencapai 100 ribu lebih. Namun hal itu sudah dilaporkan ke Presiden RI beberapa waktu lalu.

“Ini sudah kita sampaikan ke presiden. Jika pemerintah pusat ingin merealisasikan pemberian 2 hektare lahan untuk eks-kombatan GAM, maka tinggal presiden membuat surat instruksi kepada gubernur Aceh untuk selanjutnya diinstruksikan ke pemerintah kabupaten/kota di Aceh mendata lahan-lahan HGU (Hak Guna Usaha) dan HTI (Hutan Tanaman Industri) yang terlantar. Lahan-lahan ini bisa dimanfaatkan untuk kesejahtaraan eks -kombatan GAM dan masyarakat, dengan mengupayakan bantuan benih atau bibit dari APBN,” ungkapnya.

Terkait hal tersebut, Tgk. Muharuddin berharap semua pihak di Aceh dapat kompak untuk memperjuangkan realisasi hak 2 hektare lahan untuk eks-kombatan GAM, serta berbagai persoalan lainnya di Aceh untuk mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh elemen masyarakat Aceh.

“Ini harus menjadi tugas semua pihak di Aceh, baik eksekutif, legislatif, maupun para wakil rakyat Aceh yang ada di DPR-RI, bagaimana memperjuangkan kesejahtaraan eks-kombatan GAM. Untuk mewujudkan perdamaian Aceh yang telah berlangsung selama ini, maka realisasi butir-butir MoU Helsinki harus sepenuhnya direalisasikan pemerintah pusat,” ungkap mantan ketua DPR Aceh periode 2014-2018 ini.

Usai silaturahmi, Tgk Muharuddin mengunjungi Dayah Darul Falah yang berada di Gampong Seunebok Rambong untuk bersilaturahmi dengan pimpinan dayah tersebut, yaitu Tgk Zainal Abidin yang akrab disapa Abi Non. Selanjutnya, Tgk Muharuddin juga bersilaturahmi dengan sejumlah warga di Gampong Keude Dua, Kecamatan Darul Ihsan, Aceh Timur. Silaturrahmi ini dilakukan terkait pencalonannya sebagai caleg DPR-RI Partai NasDem nomor urut 2 daerah pemilihan Aceh 2.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK