Festival Merah Putih di Amerika Serikat

dok pribadi

Oleh Muhammad Zaki Hardika

Sudah lima bulan saya menginjakkan kaki dan tinggal di Washington, Amerika Serikat. Saat ini, saya bersekolah di Snohomish High School yang merupakan sekolah tertua di Washington yang berdiri pada tahun 1890. Di Amerika, semua sekolah mempunyai warna dan maskot sebagai identitas sekolah. Sekolah saya ini dikenal sebagai “Black Panther” di Washington karena memiliki mascot panther. Sebagai sekolah tertua di Washington, sekolah kami memiliki hak yang tidak dimiliki sekolah lain yaitu mengadakan Serpentine.

Serpentine adalah sebuah tradisi yang sudah dilaksanakan semenjak 65 tahun yang lalu. Serpentine memiliki makna ular, dikatakan Serpentine karena seluruh siswa akan berbaris untuk mengelilingi kota seperti ular. Bekerja sama dengan Sheriff /Polisi dan Fire Department, seluruh jalan diblokir dan semua sekolah di Snohomish School District diliburkan untuk menyaksikan parade ini. Seluruh warga juga ikut berpartisipasi dengan berbaris di sepanjang jalan untuk meneriakkan “Go Panthers! Go!” Parade Serpentine ini juga merupakan sebagai sebuah pemberitahuan kepada warga di kota bahwa Homecoming telah tiba. Sebagai seorang siswa pertukaran pelajar, saya sangat terkagum dengan hal ini dan saya sangat bersyukur memiliki pengalaman yang luar biasa ini.

Homecoming adalah tradisi yang ada di sekolah-sekolah Amerika Serikat yaitu mengundang kembali seluruh alumni sekolah masing-masing untuk berkumpul dan menyaksikan Homecoming sport/kegiatan olahraga bersama-sama. Homecoming week disebut juga dengan Spirit week yaitu setiap siswa harus mengenakan pakaian yang telah ditantukan khusus pada minggu itu. Dan hari terakhir dari Spirit week adalah “Crazy Red and White” di mana seluruh siswa harus mengenakan pakaian merah dan putih. Dikatakan “crazy” karena seluruh siswa akan mengecat muka dan rambutnya dengan merah dan putih, sehingga tidak ada yang terlihat kecuali warna merah dari kaki hingga kepala. Di AS, sekolah negeri seluruh siswa bebas memakai apa saja ke sekolah, jadi tidak ada seragam khusus saat hari sekolah.

Sebagai warga Indonesia, karena bendera kita berwarna Merah Putih saya sangat senang dengan berita seperti itu. Pada hari tersebut saya ke sekolah dengan mengenakan dua bendera Indonesia berukuran besar, sehingga tidak terlihat warna lain yang terlihat selain merah putih. Karena Homecoming sport Snohomish High School adalah football, parade ini dipimpin oleh sebuah truck yang membawa seluruh anggota Football Team. Dikarenakan saya adalah seorang pertukaran pelajar, saya mendapatkan kesempatan spesial yaitu bergabung dengan team football di truck. Saya merasa sangat beruntung dengan hal tersebut.

Selain parade, Homecoming merupakan waktu yang ditunggu-tunggu oleh siswa di sini karena sekolah akan mengadakan giveaway untuk siswa-siswi yang beruntung. Biasanya sekolah pada umumnya akan memberikan MacBook, i-Phone, i-Pad, komputer, handphone atau alat elektronik lain yang sangat menarik.

Snohomish High School adalah salah satu sekolah yang paling unik di Amerika. Selain memberikan barang-barang yang saya sebutkan di atas, Snohomish menyediakan hadiah utama yang tidak dimiliki oleh sekolah-sekolah lain di Amerika Serikat, yaitu satu unit mobil Ford Mustang yang diberikan untuk siswa dengan alasan tradisi sekolah.

Banyak pengalaman seru dan luar biasa yang saya dapatkan selama bersekolah di sini, melihat sekolah memberikan MacBook, i-Phone, i-Pad kepada siswa berprestasi saja merupakan hal yang menakjubkan bagi saya. Tetapi di sini, sekolah memberikan siswa mobil Ford Mustang tanpa alasan, bahkan hanya dengan undian saja. Begitulah hal-hal yang dilakukan oleh sekolah Amerika Serikat yang belum pernah saya temukan sebelumnya.

Banyak pengalaman-pengalaman luar biasa lainnya yang hanya bisa saya temukan di sini. Dan saya sangat bersyukur bisa sampai di sini dan bisa melihat dunia dengan pandangan yang berbeda. Saya sangat berterima kasih kepada seluruh guru yang telah membimbing dan kakak relawan Bina Antarbudaya yang telah menjalankan program ini di Indonesia, sehingga menghasilkan kader-kader bangsa yang lebih berpengalaman di masa yang akan datang.

Pelajar di Aceh yang saat ini duduk di kelas X SMA/SMK/Pesantren dan berkeinginan ikut pertukaran pelajar selama 11 bulan di Amerika Serikat, saat ini pendaftaran beasiswa KL-YES sudah dibuka dan dapat langsung mendaftar di website seleksi.bina-antarbudaya.or.id. Pendaftaran tidak dipungut biaya sama sekali dan akan ditutup pada tanggal 31 Maret 2019.[]

*Siswa MAS Jeumala Amal Lueng Putu, Pidie Jaya sedang mengikuti Program Pertukaran Pelajar Bina Antarbudaya / Kennedy-Lugar Youth Exchange and Study (KL-YES) melaporkan dari Washington, Amerika Serikat. Email: zakihardika057@gmail.com

KOMENTAR FACEBOOK