Sebelum Ditembak, Seorang Jamaah Mesjid Sempat Menyapa Pelaku : Apa Kabar Saudaraku?

Petugas medis mengevakuasi seorang korban ke dalam ambulan. (Reuters)

ACEHTREND.COM, Wellington-Seorang jamaah mesjid masjid Al Noor di pusat Christchurch, yang merupakan korban pertama dari pembantaian brutal oleh teroris asal Australia, Jumat (15/3/2019)sempat menyapa pelaku di pintu masuk. Almarhum sempat menyapa dengan kalimat: “Apakabar Saudaraku?”

Ucapan tersebut, dilihat dari live streaming yang dibuat oleh pelaku, dilakukan oleh korban secara spontan, bukan sesuatu yang dibuat-buat. Ini menunjukkan perilaku muslim yang menempatkan adab di atas segalanya, walau kala itu ia sudah melihat pelaku menenteng senjata api dan sudah mendengar letupan senjata yang ditembakkan sejak dari luar.

usai menyapa dengan penuh cinta, ia pun gugur sebagai kesuma agama, karena segera direntet dengan senjata laras panjang oleh pelaku yang kemudian diketahui sangat membenci Islam.

Setidaknya 49 orang, termasuk anak-anak, meninggal dunia dalam serangan hari Jumat yang menargetkan masjid Al Noor dan Linwood. Polisi mengatakan pada Sabtu pagi, 16 (3/2019) bahwa 42 orang dirawat karena luka-luka setelah serangan teroris itu. Dua dari mereka, termasuk seorang anak berusia empat tahun, berada dalam kondisi kritis.

Rekaman video serangan itu, yang telah dibagikan secara luas di media sosial, menunjukkan seorang pria bersenjata menembak tanpa pandang bulu kepada para jamaah ketika mereka berlari demi keselamatan atau berbaring meringkuk di lantai.

Seorang pria Australia berusia 28 tahun, yang belum diidentifikasi polisi, telah didakwa dengan pembunuhan. Dia akan dihadapkan ke pengadilan pada hari ini.

Sebelum serangan terjadi, pria bersenjata itu dilaporkan menerbitkan manifesto Islamofobia di Twitter. Dia kemudian menyiarkan langsung amarahnya, menurut sebuah analisis oleh kantor berita AFP.

Para pemimpin politik di seluruh dunia mengutuk pembunuhan itu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menggambarkan mereka sebagai “contoh terbaru meningkatnya rasisme dan Islamofobia”.

Perdana Menteri Pakistan Imran Khan juga menyalahkan serangan terhadap meningkatnya Islamofobia.

“Saya menyalahkan serangan teror yang meningkat ini pada Islamofobia saat ini pasca 11/9 di mana Islam dan 1,3 miliar Muslim secara kolektif disalahkan atas tindakan teror apa pun oleh seorang muslim,” kata Khan.

“Ini telah dilakukan dengan sengaja untuk juga menjelekkan perjuangan politik muslim yang sah.”

Aljazeera

KOMENTAR FACEBOOK