KIP Abdya Pastikan Partispasi Pemilih Melebihi Target Nasional

acehtrend/Masrian Mizani.

ACEHTREND.COM, Blangpdie – Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) memastikan partisipasi pemilih di pemilu 2019 di Kabupaten Abdya melebihi target yang telah ditetapkan secara nasional oleh KPU RI.

Hal itu disampaikan Kepala Bagian Humas dan Teknis Pemilu KIP Abdya, Agus Mudaksir, Minggu (17/3/2019) di sela-sela sosialisasi pemungutan dan perhitungan suara pemilu serentak tahun 2019.

“Allhamdulillah partisipasi pemilih kita di Kabupaten Abdya telah melebihi target nasional yang sudah ditargetkan sebanyak 77,5 persen,” ungkapnya.

Agus menambahkan, secara nasional partisipasi pemilih ditargetkan 77,5 persen. Namun di Abdya, partisipasi pemilih sudah mencapai angka 80 persen. Hal itu merujuk pada pemilu 2014 lalu, partisipasi pemilih di Abdya 80 persen, kemudian pada pilkada 2017 lalu partisipasi pemilih 81 persen.

“Insyaallah di Abdya partisipasi sudah tinggi. Untuk saat ini kita sedang berupaya bagaimana cara meminimalisir terjadinya surat rusak atau suara tidak sah. Maka kita terus lakukan sosialisasi bagaimana cara melakukan pencoblosan secara benar kepada masyarakat melalui relawan demokrasi,” jelasnya.

Agus menyebutkan, relawan demokrasi yang berjumlah sebanyak 55 orang akan melakukan sosialisasi ke 152 Gampong yang tersebar di Kabupaten Abdya.

“Kita telah melakukan sosialisasi di semua segmen, baik komunitas perempuan, pemilih pemula semua sudah kita sasar, dengan membawa alat peraga langsung, seperti  specimen surat suaranya dan langsung dipraktikkan,” paparnya

Di samping itu kata Agus, ada perbedaan perhitungan kursi antara pemilu tahun ini dengan sebelumnya. Dulu kata Agus, ada namanya, Bilangan Pembagi Pemilih (BPP) jumlah suara sah di dapil dibagi dengan jumlah alokasi kursi.

“Misalnya di dapil satu suara sahnya 30 ribu, jumlah kursinya 10, jadi 30 ribu dibagikan dengan 10 jumlah kursi, misalnya dapat 2 ribu, berarti harga satu kursi untuk dapil itu 2 ribu, kalau sekarang tidak seperti itu, metodenya menggunakan sainte lague murni dibagi bilangan pembagi,   yaitu bagi 1 bagi 3 bagi 5 yang angkanya ganjil,” terang Agus.

Contoh metode sainte lague, bila di dapil satu ada 20 ribu suara, diraih Partai A misalnya 10 ribu sura, Partai B memperoleh 7 ribu suara dan  Partai C dapat 5 ribu suara sah.

“Otomatis, Partai A tadi sudah dapat satu kursi, karena 10 ribu bagi 1, begitu juga perhitungan tahap kedua, 10 ribu bagi 3 sehingga dapatnya 3 ribu sekian, tadi Partai B 7 ribu, jadi Partai B sudah dapat satu kursi begitu seterusnya,” pungkas Agus.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK