Lebih Ramai dari MTQ, Wabup Abdya Tutup Paksa Pasar Malam

Wabub Abdya saat marah di pasar malam (Foto: Masrian)

ACEHTREND.COM, Blangpidie- Pegaleran Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) minim peminat. warga lebih lebih memilih tumpah ruah di arena pasar malam yang dibuka di lapangan sepak bola Gampong Pulo Kayu, Susoh. Wakil Bupati Muslizar MT pun naik darah. Ia menutup paksa pasar dadakan itu.

Muslizar kecewa, perhelatan MTQ di Mesjid Agung Abdya di Gampong Seunaloh, Blangpidie, tidak mendapatkan perhatian dari publik. warga di kabupaten itu justru lebih memilih tenggelam dalam berbagai wahana permainan di pasar malam.

Muslizar pun akhirnya naik ke tangga wahana tong setan dan berteriak lantang. Warga terkejut, tapi tak juga bubar.

Kepada aceHTrend, Sabtu Malam (16/3/2019) Mulizar mengatakan, awalnya ia mendapatkan laporan dari beberapa warga bahwa pasar malam di Gampong Pulo Kayu masih tetap dibuka. Warga pun tumpah ruah di sana.

Merasa bahwa warga tidak lagi menghargai MTQ, Muslizar pun melakukan koordinasi dengan pihak camat setempat. Namun sang camat tidak mengangkat telepon. Muslizar berangkat ke lokasi pasar malam. ia sempat duduk di warkop sembari terus menghubungi camat dan keuchik. tapi tak kunjung tersanmbung.

“Sampai ke Pulau Kayu, kita tidak langsung masuk ke lokasi pasar malam. Tapi kami duduk di warung untuk menunggu pihak camat dan geuchik. Karena sudah berulang kali ditelfon juga tidak masuk-masuk, kemudian kami baru memasuki lokasi. Sesampai ke lokasi, saya datangi milik wahana satu persatu untuk saya minta wahana itu dimatikan,” jelasnya.

Berita terkait: Warga Sesaki Pasar Malam Ketimbang MTQ, Wabup Abdya: Astagfirullahalazim

Berselang bebarapa saat kemudian, pemilik wahana-wahana itu tidak ada yang patuh. Muslizar juga sempat menegur beberapa orang bapak –bapak yang ikut hadir ke lokasi pasar malam untuk membawa cucu dan anak-anak mereka.

“Saya tegur bapak-bapak yang membawa cucu dan anak-anak itu, Pak, kenapa harus ke sini bapak bawa anak-anaknya. Kenapa tidak ke lokasi MTQ, dan saya berulang kali istighfar saat melihat begitu padatnya lokasi pasar malam dibandingkan lokasi MTQ,” ujar Muslizar.

Sebut Muslizar, sejak awal pihak pemerintah daerah sudah menyampaikan dalam rapat-rapat persiapan MTQ, agar pasar malam itu ditutup selama berlangsungnya kegiatan MTQ VII Abdya.

“Pemberian izinnya itu geuchik gampong, sebab waktu saya tanya ke camat dan Kapolsek, mereka tidak tahu. Sebenarnya apasalahnya untuk menghargai kegiatan keagamaan dengan menutup sementara pasar malam ini. Kalau misalkan terkendala dengan waktu, kan bisa diberikan dispentasi nantinya. Padahal pihak panitia sudah menyiapkan lapak di area kegiatan MTQ untuk para mereka yang berjualan, dan itu sudah kita sampaikan agar dagangan mereka di bawa kesana dalam beberapa malam pelaksanaan MTQ ini,” kata Muslizar.

Ia juga mengaku heran kala keuchik mengaku tidak tahu ada MTQ di kabupaten. Padahal, menurut Muslizar semua elemen dilibatkan untuk menyukseskan MTQ.

Muslizar bersama pihak Muspika Kecamatan Susoh sudah sepakat bahwa pasar malam dihentikan sementara waktu selama berlangsungnya proses kegiatan MTQ.

Editor: Muhajir Juli

KOMENTAR FACEBOOK