KMA2H Deklarasikan Gerakan Melawan Hoaks

@aceHTrend/Taufan Mustafa

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Komunitas Milenial Aceh Anti Hoaks (KMA2H) siang tadi mendeklarasikan perang terhadap hoaks di Aceh. Selain itu juga dibarengi dengan workshop “menilai hoaks dan membangun kecerdasan dalam memperoleh dan menggunakan informasi”. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Kyriad Muraya Banda Aceh, Selasa (19/3/2019).

KMA2H akan mengawal dan mengampanyekan penolakan hoaks dan membantu mencerdaskan masyarakat dengan informasi yang akurat dan terpercaya.

Ketua KMA2H, Romi Rosadi, saat konferensi pers mengatakan, pihaknya mengajak generasi milenial khususnya di Aceh untuk menolak hoaks, karena menjelang pileg dan pilpres ini banyak berita hoaks yang beredar untuk menjatuhkan pasangan nomor urut satu.

“Bagi generasi milenial jangan cepat terpengaruh dengan informasi yang belum jelas sumbernya. Sebelum membagikan sesuatu informasi, harus di saring dulu, sehingga kita tidak mentah-mentah menyebarkan informasi tersebut,” kata Romi.

Ia menjelaskan, tujuan dibuat komunitas ini yaitu untuk menangkap pelaku-pelaku hoaks yang merugikan pasangan nomor urut satu, karena informasi hoaks banyak tersebar dengan meraja lela.

“Memang apa yang kita lakukan saat ini belum banyak, saat ini kita baru mengajak seluruh teman-teman, untuk memperhatikan lebih dulu berita yang belum pasti kebenarannya,” kata Romi.

Mereka nanti juga merencanakan membentuk perwakilan di setiap daerah di kabupaten/kota di Aceh, supaya setiap informasi hoaks bisa langsung diatasi oleh perwakilan yang ada di daerah.

“Di tahun politik ini, banyak berita hoaks yang mengarah ke pasangan nomor urut satu, seperti mereka mengatakan untuk pasangan ini, di bagian pembangunan infrastruktur yang ada dalam visi misi, tidak sesuai dengan yang dikatakan, padahal presiden kita sekarang telah bekerja sesuai dengan yang dilakukan, dan semua pekerjaan harus dilakukan per tahap, tidak mungkin sekaligus,” kata Romi.

Sementara itu, Manager Relawan Master C Porta KMA, Farid Saifuddin, mengungkapkan pihaknya menaruh konsentrasi untuk memerangi isu hoaks di masyarakat.

“Kita memang melakukan edukasi, bagaimana masyarakat bisa saring sebelum sharing, dalam artian isu hoaks ini bisa kita tepis, dan masyarakat bisa mencermati bagaimana proses penyebaran informasi di media, kita berharap bukan hanya meng-counter hoaks yang ada, tapi lebih jauh lagi untuk mengenali mana yang hoaks atau tidak,” katanya.

Menurutnya, dalam tiga bulan terakhir pihaknya terus memperkuat jaringan komunitas relawan di tingkat daerah, yang kemudian dijadikan salah satu portal informasi yang bisa digunakan oleh teman-teman millenial. Mereka bisa langsung menyampaikan informasi terkait hoaks apa yang sedang muncul di daerah, khususnya terkait Kyai Ma’ruf Amin.

“Kalau Pak Jokowi malah sudah ada bukunya terkait hoaks, tapi kalau KMA ini, apa ruang yang ada di lapangan bisa diinformasikan, kemudian akan kita sebarkan kepada seluruh relawan yang ada di seluruh Indonesia, sehingga konteksnya sudah ada, dan bisa disebarkan atau dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan daerah,” jelasnya.

“Hoaks ini berjalan sepanjang masa, namun sering dimunculkan dalam momentum politik, itupun yang ditampilkan tidak hanya hoaks baru, yang lama juga akan menjadi alat, maka kita berharap dengan adanya komunitas ini bisa terus bersinergi,” kata Farid.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK