Strategi Murdani dan Fadhil Rahmi Menyasar Pemilih Milenial

ilustrasi

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Kaum milenial menjadi sasaran potensial dari para calon maupun tim sukses partai politik di pemilu 2019. Tak terkecuali bagi Murdani dan Fadhil Rahmi, dua di antara puluhan calon anggota DPR RI.

Murdani mengatakan, selain menguatkan pemilih yang berbasis ideologi, sejak awal ia juga menyasar khusus pemilih pemula dan milenial. Cara-cara yang dilakukan pun disesuaikan dengan gaya anak muda, seperti mengoptimalkan peran media sosial seperti Twitter, Facebook, atau Instagram.

“Beberapa teman-teman yang mendukung membuat testimoni tentang saya. Sehingga bisa dibaca oleh pengguna media sosial terutama kalangan muda. Semakin banyak yang diketahui maka semakin bagus dan biasanya referensi tadi jadi acuan bagi pemilih pemula untuk menentukan pilihannya,” katanya, Rabu (13/3/2019).

Demikian juga dengan sasaran kerja jika ia terpilih nanti. Porsi untuk kaum muda juga mendapat perhatian yang besar.

“Selama ini, selain basis ideologi dan mantan kombatan, tim saya juga paling banyak diisi oleh anak muda. Terutama untuk bidang kampanye kreatif, dari media sosial pun kita rekrut satu persatu rekan-rekan muda yang sepakat dengan kita. Pendataan dan kemudian menyosialisasikan bersama-sama,” ujar caleg DPD nomor urut 40 itu.

Murdani menambahkan, kampanye seperti ini ia gencarkan di Banda Aceh, Aceh Besar, Meulaboh, atau daerah kota yang tingkat melek teknologi tinggi. Sedangkan baliho dan spanduk dikhususkan untuk daerah pedalaman dan basis.

Sementara Fadil Rahmi mengatakan, strateginya menyasara milenial seperti membentuk komunitas Remaja Cinta Dakwah, ada group WA. Kemudian silaturahmi ke beberapa lembaga pendidikan memperkenalkan pendidikan di Timur Tengah dan memberi motivasi.

“Strategi lain seperti menggandeng tokoh-tokoh pendidikan dari kalangan milenial untuk menjadi ‘agen’ sosialisasi profil kita. Itu pun udah terbuka strategi kita ke orang, untuk itu dengan siapa pun saya tidak akan berjanji, sementara yang saya ‘jual’ adalah apa yang sedikit telah saya lakukan,” katanya.

Dalam perjalananan sosialisasi selama ini kata dia, Fadhil Rahmi selalu menegaskan bahwa dalam memilih wakil rakyat harus berdasarkan rekam jejak. Jangan hanya karena janji-janji yang ditawarkan.

“Perkenalkan diri, profil, keluarga, kontribusi, kalau ada, itu saja, siapa saja, baik milenial atau siapa pun. Silakan beri usulan, konsep, dan lain-lain, sesuai tupoksi saya, akan kita tampung dan perjuangkan, yang tau kebutuhan kita adalah kita sendiri, butuh diskusi, sharing, ayok,” kata caleg DPD bernomor urut 35 ini.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK