Kapolres Abdya Ingatkan Masyarakat Hargai Perbedaan Politik Jelang Pemilu

@aceHTrend/Masrian Mizani

ACEHTREND.COM, Blangpidie – Kapolres Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), AKBP Moh Basori SIK mengingatkan masyarakat agar tetap berlapang dada menghadapi perbedaan politik menjelang pemilu 17 April 2019. Hal itu ia sampaikan dalam tablig akbar dan zikir rateb siribe bersama jamaah MPTT yang dihadiri Abuya Syeh H. Amran Waly Alkhalidy dan berlangsung di halaman Mapolres Abdya di Blangpidie, Rabu malam (20/3/2019).

Ia meminta agar masyarakat tidak saling menyalakan, merasa benar sendiri, serta saling mengkafirkan antara satu kelompok dengan kelompok lain. Apalagi, dengan perbedaan pilihan politik saling memutuskan tali silaturrahmi sesama umat. Namun, sambungnya, dengan adanya perbedaan itu hendaknya disatukan dalam paduan yang sempurna dalam bingkau Alquran dan sunah.

Saat ini kata dia, banyak isu-isu negatif yang berkembang di media sosial yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Mengarah pada fitnah, ujaran kebencian, dan hoaks.

“Dalam Islam, fitnah itu adalah segala bentuk penyimpangan, ancaman, bisikan yang menyesatkan, adu domba, membuka aib-aib orang agar bermusuhan, maka jangan heran bila fitnah disebut lebih kejam dari pembunuhan. Tapi yang kita sayangkan, ada juga anak bangsa yang percaya pada berita hoaks, sehingga dengan mudah bereaksi dengan menunjukkan kebencian, bahkan menyerukan fitnah itu sendiri,” ujarnya.

Hal itu makin diperparah dengan banyaknya media yang menjadikan isu-isu itu sebagai komoditas murahan dengan tujuan menyalahkan kelompok lain dan membenarkan kelompok diri sendiri. Yang mengherankan kata dia, informasi tersebut malah disambut baik oleh pengguna media sosial.

“Saya mengingatkan, sesama umat Islam janganlah mudah terprovokasi oleh hal-hal apa pun, dengan demikian, kita dapat menjaga ukhuwah islamiyah, sehingga kebersamaan umat muslim tetap kokoh dan kompak, bersatu tanpa terpecah belah selaku bangsa Indonesia,” paparnya.

Basori memaparkan, cukup banyak negara-negara di belahan dunia yang terpecah belah dan perang saudara akibat ulah pihak-pihak provokator seperti yang terjadi di Libya, Suriah, Irak dan negara-negara lainnya.

“Untuk itu, kita selaku umat Islam harus bijaksana dan tidak mudah percaya berita-berita yang memprovokasi dan menyesatkan dari situs-situs yang teridentifikasi ingin mengadu domba, baik itu dari media sosial  ataupun komentar-komentar yang mengarah pada provokasi. Sebenarnya, sah-sah saja kita kita berbeda pandangan, namun jangan saling menghujat dan memecah belah. Melalui tabligh akbar ini saya berharap agar para jamaah yang hadir bisa mengambl iktibar,” pintanya.

Basori berharap, menjelang pelaksanaan pileg dan pilpres ini masyarakat Abdya diharapkan meningkatkan kewaspadaan untuk tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang ingin memecah belah peratuan dan kesatuan bangsa.

“Kepada para santri saya berpesan agar kalian tidak golput, pilihlah pemimpin yang baik, bijaksana, dan amanah. Gunakan hak pilih kalian dalam pileg dan pilpres ini. Saya juga mengimbau agar kita semua sama-sama menjaga keamanan, ketertiban dalam ranga menyukseskan pileg dan pilpres tahun 2019 yang aman, damai dan sejuk di Kabupaten Aceh Barat Daya,” pesan Moh Basori.

Acara itu turut dihadiri Wakil Bupati Abdya Muslizar MT, Dandim 0110/Abdya Letkol Iwan Aprianto, Kajari Abdya, Sekda Drs. Thamrin, para kepala SKPK, Kakanmenag, Ketua MPU, Ketua KIP, Ketua Panwaslih dan ribuan jamaah zikir.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK