Menjadi Pemuda Harapan Bangsa

Oleh Syawal Ussalim*)

Pemuda adalah generasi emas. Syaikh Abdul Aziz bin Bazz berkata, pemuda di setiap umat adalah tulang punggung yang membentuk komponen pergerakan. Karena memilik kekuatan yang produktif dan kontribusi yang terus menerus. Pada umumnya tidaklah suatu umat akan runtuh karena masih ada pundak para pemuda yang masih punya kependudukan dan semangat yang membara.

Dari kata-kata tersebut pemuda Islam mempunyai peran yang penting dalam pembangunan bangsa, negara dan agama. Contoh saja deklarasi sumpah pemuda 87 tahun lalu, di mana saat itu pemuda memiliki jiwa nasionalisme dan patrionanalisme menyatukan bangsa, demikian juga sekarang. Indonesia membutuhkan pemuda yang bisa menguatkan bangsa dan membawa Indonesia dan Agama menjadi negara yang lebih abik.

Musuh-musuh Islam telah mengetahui hakekat ini, maka mereka akan secepat mungkin membuat rintangan di jalannya atau merubah cara pandang hidupnya.Baik dengan memisahkan dari agama atau menjauhkan dari kedekatan mereka diantara ulama.

Islam membenarkan bahwa pemuda memilki kelebihan dari segi kekuatan, baik itu fisik ataupun dalam bersiasat. Seperti apa yang dilakukan Rasullulah ketika mengutus Usamah Bin Zaid yang berusia 18 tahun sebagai pemimpin pasukan kaum muslimin untuk menyerbu wilayah Syam. padahal di antara prajurit-prajurit terdapat sahabat-sahabat lebih tua dari pada Usamah. Seperti Abu Bakar Umar Bin Khattab dan sahabat lainnya.

Maka kita sepatutnya mengikuti perjuangan mereka dalam menyebarkan ajaran Islam. Banyak cara yang bisa kita lakukan saat ini. Salah satunya dengan bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu.
Oleh karena itu para ulama pun berpendapat bahwa barang siapa yang menjaga diri ketika muda, maka Allah akan menjaga dirinya dimasa tua. Artinya ketika kita bisa memanfaatkan masa muda kita dengan ibadah, maka Allah akan memjaga fisik dan rohani kita di masa tua.

Namun untuk menjadi pemuda yang sesuai dengan harapan bangsa dan agama, haruslah memenuhi sejumlah kriteria. Pemuda yang kelak bisa menjaga bangsa dan membangun negara adalah ianya yang tekun belajar, aktif bergerak serta memiliki cita-cita yang luas.

Pemuda yang akan membangkitkan bangsa menuju kemajuan adalah pemuda yang cerdas, memiliki banyak koneksi kebaikan serta memiliki integritas yang baik. Sejarah telah membuktikan bahwa para pemuda yang mampu berdiri di garis depan perjuangan bangsa adalah mereka yang terpelajar, jujur serta memiliki semangat juang.

*)Penulis adalah santri Dayah Sabilul Ulum, Aceh Tamiang. Peserta pelatihan jurnalistik yang digelar oleh Dinas Pendidikan Dayah Propinsi Aceh pada akhir Februari 2019.

Ilustrasi dikutip dari website NU Online.

KOMENTAR FACEBOOK