Pesan Rindu Darwati Pada Irwandi

Pesan itu teramat pribadi. Andaikan tidak ditulis di media sosial, maka tidak akan ada yang tahu. Pesan yang menarik, sarat makna dan menggelitik. Darwati sangat mencintai Irwandi, demikian kesimpulan akhir dari penafsir di luar hati seperti saya.

24 tahun kebersamaan kita dalam rumah tangga, rasanya gak percaya sudah selama itu.. kadang kita suka lupa dengan tgl 22 Maret itu, kadang kita merayakannya berdua disetiap jam 12 malam dengan cara kita… Kita sudah melalui lika liku kehidupan, keadaan yang selalu datang tiba2 yang selalu diluar perkiraan kita, kadang di atas, tiba2 jatuh (seperti roller coaster katamu) , berat memang tp alhamdulillah kita bisa selalu melaluinya.. Dan apa yang akan terjadi kedepan?? Hanya Allahlah yang tau… Semoaga ada jalan terbaik… By the way.. sudah cukuplah.. jangan jadi agam batat sepanjang hidupmu… , sudah tua Pak… hampir 60 tahun (bukan 16 tahun ya.. 😂😀) Pak Nek cepat pulanglah.. insyaallah bulan depan kita sudah punya cucu..

Pesan itu ditulis Darwati di dinding Facebook, sebagai bentuk peringatan pernikahan mereka yang ke-24. 22 Maret setiap tahunnya, tanggal sakral itu terus berulang. Tanggal pernikahan adalah sesuatu yang monumental, karena dari sanalah sebuah peradaban “bin” dimulai.

Kesetiaan Darwati terhadap BW bukan sekali ini saja mendapatkan ujian. Dulu, ketika Irwandi belum menjadi orang penting, cinta itu sudah diuji. Bahkan kala itu tak jelas akankah di hari esok mereka akan bertemu? Tiap hari Darwati berjalan kaki menuju penjara di Keudah, menjenguk sang pujaan hati yang dikurung karena melawan Republik. Bahkan Darwati pun dijauhi oleh tetangganya, karena mereka takut dianggap sebagai pendukung GAM, seperti suami perempuan asal Peusangan itu.

Membaca pesan pada status Darwati, menyiratkan bila ia rindu. Pantas saja itu diluahkan. Darwati bukan sedang berkamuflase. Sejarah telah membuktikan itu. Tuhan mengirim Darwati untuk mendampingi Irwandi dalam suka dan duka.

Kerinduan Darwati adalah kerinduan banyak orang di Aceh. Para pendukung, simpatisan, beberapa kolega dan para ulama pernah mengutarakan kerinduan iti lewat ragam kalimat. Teungku H Muhammad Amin atau akrab disapa Tu Min Blang Blahdeh, pernah mengutarakan hal yang sama, kala Hasto Kristiyanto berkunjung ke dayah beliau. Sang ulama berpesan semoga Irwandi segera mendapatkan kebebasan.

Di mata banyak orang –dan saya sepakat-Irwandi adalah individu yang baik. Cepat tersentuh hatinya dan memiliki gagasan yang visioner. Lihat saja program yang ia susun sebelum ditangkap KPK melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT). Bila itu dijalankan, saya meyakini 5 tahun di masa kepemimpinannya, Aceh akan mengalami banyak perubahan yang positif.

Kekurangan tentu banyak, tapi tak perlulah dibahas, karena kekurangan adalah sesuatu yang manusiawi, dimiliki oleh semua orang tanpa kecuali.

Tahun 2012 Irwandi pernah tidak disukai di Aceh. Ia dibenci karena difitnah hendak mendirikan gereja di Aceh. Hoaks tersebut dipercaya oleh banyak orang, tanpa kecuali termasuk pendukungnya sendiri. Tanpa tabayyun, mereka segera berbalik dan menjadi corong tak berbayar untuk meneruskan hoaks itu ke kalangan yang lebih luas. Termasuk kalangan agamawan ikut menghembuskan kabar bohong itu.

Orang Aceh memang unik. Walaupun mengaku berislam dan fanatik, tapi acapkali grasa-grusu. Cepat terpapar fitnah dan tidak memiliki kemampuan tabayyun. Lage boh trueng lam ji-e, ho nyang singet keunan meutamon. Sejak kapan penyakit itu tumbuh di dalam bangsa Aceh? Entahlah.

Di negeri ini fitnah menjalar begitu cepat, melebihi kecekapan kapal supersonik yang diklaim tercepat di planet bumi. Cobalah Anda sesekali uji, tebar saja fitnah yang berbau agama, maka secepat kilat akan beredar di Aceh.

***
Apapun yang terjadi, Irwandi harus banyak belajar dari peristiwa politik ini. Ternyata betapa banyak orang yang berkamuflase, mengaku sebagai teman, kemudian mengambil manfaat dari kekuasaan. Tapi kala BW ditangkap, mereka pula yang berpesta anggur merah sembari tergelak.

Alhamdulillah, Irwandi masih memiliki istri tercinta yang telah membuktikan cinta tulusnya sepanjang zaman. Perempuan yang selalu membersamai sang propagandis dalam suka dan duka. Untuk Irwandi, Darwati telah menembus batas membuktiksn kesetiaannya.

Selamat ulang tahun pernikahan ke 24. Semoga Pak Nek cepat pulang.

Rubrik ini diasuh oleh Muhajir Juli, Pemred aceHTrend.

Foto dikutip dari fb Darwati.

KOMENTAR FACEBOOK