6 Mitos dan Fakta Soal Santan Kelapa

Di balik sensasi gurih, santan ternyata punya manfaat baik bagi tubuh. Namun sayangnya santan selalu jadi kambing hitam munculnya berbagai macam penyakit. Lalu benarkah santan tak memiliki manfaat sama sekali bagi kesehatan? 

Spesialis Gizi Klinis, dr. Verawati Sudarma Sp.GK akan menjelaskan berbagai mitos dan fakta, dalam tayangan Ayo Hidup Sehat di tvOne pada Jumat 22 Maret 2019. Berikut ini penjabarannya.

1. Santan mengandung lemak jahat?

Fakta. 50 persen kandungan santan adalah lemak jenuh dan lemak tak jenuh. Sebaiknya hindari konsumsi lemak tak jenuh berlebihan karena akan membawa dampak  buruk bagi kesehatan.

2. Santan tinggi kolesterol saat dipanaskan?

Mitos. Santan tak mengandung kolesterol, namun fakta jika dipanaskan. Asam lemak dalam santan akan meningkat, sehingga jika dikonsumsi akan membuat kolesterol meningkat. 

3. Santan menjaga tekanan darah

Mitos. Dalam santan memang ada kandungan kalium yang bisa menjaga tekanan darah namun kadarnya sedikit jadi tak cukup dan tidak langsung berdampak secara signifikan. Intinya ada takaran tertentu. 

4. Santan tingkatkan kekebalan tubuh?

Fakta. Santan mengandung asam laurat yang menimbulkan efek antiinflamasi, antifungi, antibakteri dan penyakit lain. Tapi jumlahnya kurang banyak dan tidak cukup digunakan sebagai antiinflamasi.

5. Santan bisa bikin gemuk?

Fakta. Dari segi kalori satu sendok santan mengandung 50 miligram kalori. Apalagi pengolahan santan sering dipadukan dengan jenis makanan lain yang tinggi kalori, misalnya rendang, atau gula dalam minuman.

6. Santan tingkatkan energi tubuh?

Fakta. Santan kandungan kalorinya cukup tinggi sehingga mampu memberikan energi yang cukup. Selain itu kandungan lemaknya juga mudah dicerna tubuh sehingga tubuh tidak perlu mengolahnya secara berlebihan.[]

Sumber : Viva

KOMENTAR FACEBOOK