Cot Keumuneng Raih Tropy IPASPA Cup 2019

ACEHTREND.COM, Meulaboh – Tim IKPM Cot Keumuneng berhasil keluar sebagai juara Semi Open Turnamen Volley Ball HUT Ikatan Pemuda Suak Pangkat (IPASPA) tahun 2019 usai mengalahkan GR VC Reusak pada partai final yang berlangsung di Stadion Mini Gampong Suak Pangkat, Minggu malam (23/3/2019).

IKPM Cot Keumuneng menang dengan perolehan 3-1 set atas lawannya. Mereka berhak memperoleh tropi IPASPA Cup 2019 serta uang pembinaan sebesar Rp25 juta rupiah. Sedangkan untuk juara II menerima tropy dan uang sebesar Rp10 juta.

Ketua Panitia Muhammad Salem kepada media, Minggu malam mengatakan, pertandingan ini diikuti sebanyak 32 tim berasal dari Kabupaten Aceh Barat, Nagan Raya, dan Aceh Jaya. Kemudian masing-masing tim bertanding dalam dua vol dengan sistem gugur, sehingga menyisakan dua tim yang bertanding pada posisi puncak.

“Seluruh pertandingan kita laksanakan dengan sistem gugur. Hasil akhir  malam ini Tim GR VC Reusak runner up mendapat piala plus uang pembinaan sebesar Rp10 juta. Sedangkan IKPM Cot Keumuneng yang keluar sebagai juara berhak membawa pulang tropy IPASPA 2019 plus uang pembinaan sebesar Rp25 juta,” kata Salem.

Salem menjelaskan, event ini dilaksanakan setiap tahun sebagai ajang uji coba, adopsi ilmu, dan strategi baru bagi atlet-atlet lokal yang baru tumbuh. Selain itu juga membagun kebersamaan dan penguatan mental bagi pemain lokal dalam ajang silaturahmi antarklub voly serta menghibur masyarakat.

“Dengan adanya kegiatan ini bisa menjadi ajang silaturahmi antarklub dan menghibur masyarakat Aceh Barat. Kita harapkan bisa tumbuh bibit-bibit baru bidang olah raga bola voli. Melalui kegiatan ini juga diharapkan bisa mengembangkan sektor ekonomi masyarakat melalui hadirnya banyak pengunjung dari luar yang menyaksikan ajang ini,” harap Salem.

Salem menjelaskan, fokus utama panitia bukan hanya pada hadiah yang disediakan. Namun rehat politik untuk sementara karena saat ini masyarakat mulai terkotak-kotak oleh perbedaan dukungan yang membuat harmonisasi antar elemen mulai tegang.

“Masyarakat sekarang mulai terkotak-kotak oleh perbedaan pilihan, kita inginkan ajang olahraga menjadi rehat politik di daerah, agar sejenak tidak terus berpikir soal pemilu tetapi juga berpikir bagaimana menjaga harmonisasi antarwarga tidak hancur karena beda pilihan,” sebutnya.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK