Gara-gara Istri Teroris, Pemakai Cadar dicurigai

ACEHTREND.COM,Banda Aceh- Maraknya penggunaan cadar oleh istri pelaku terorisme di Indonesia, membuat wanita pengguna cadar dicurigai berlebihan. Hal ini semakin memburuk karena “kampanye” media tentang pengguna cadar yang negatif, sehingga asumsi publik terbentuk bahwa cadar adalah simbol teroris.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Yayasan Jalin Perdamaian, Yudi Zulfahri, Sabtu (23/3/2019) di Banda Aceh pada seminar bertema: Pemilu Aman Damai, Intoleransi, dan Radikalisme. Kegiatan ini digelar oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry.

“Memang Kebanyakan istri dari pada pelaku itu (teroris), sebagian besar menggunakan cadar dalam berpakaian. Harus dipahami masih banyak yang di luar itu mengenakan pakaian serupa, tapi masyarakat biasa. Sehingga kampanye seperti ini berdampak buruk, akan memperkuat pemikiran radikal seseorang yang mudah terdokrin, tentu itu tidak fair,” kata Yudi.

Yudi mengatakan siapa saja tidak boleh mengaitkan terorisme dengan simbol tertentu. Karena pelaku terorisme bisa dari latar apapun. Tidak identik dengan cadar dan lainnya.

“Kita juga tidak boleh mengaitkan terorisme dengan simbol tertentu. Kita anggap saja itu oknum. Orang yang terpengaruh dengan hal tertentu, dan jangan dikaitkan dengan simbol tertentu,” katanya.

Editor: Muhajir Juli

Ilustrasi dikutip dari internet. Sejauh ini belum kami temukan sumber aslinya.

KOMENTAR FACEBOOK