Plt Gubernur dan Rakyat Aceh Doakan Korban Penembakan di Selandia Baru

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Masyarakat dari berbagai daerah di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar menghadiri zikir dan doa bersama bagi umat muslim korban penembakan di kota Christchurch, Selandia Baru, Sabtu (23/3/2019).

Amatan aceHTrend.com, para jamaah yang umumnya mengenakan pakaian serba putih tersebut sudah memenuhi masjid sejak pukul 19.30 WIB yang diawali dengan salat isya berjamaah dan zikir bersama.

Adapun kegiatan itu sendiri digelar oleh Pemerintah Aceh sebagai bentuk solidaritas terhadap warga muslim Selandia Baru yang menjadi korban penembakan brutal oleh teroris Brenton Tarrant Jumat (15/3/2019) lalu.

Kemudian dilanjutkan dengan sambutan Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah dan tausiah yang akan disampaikan oleh Ustadz Masrul Aidi dan ditutup oleh Ustadz Asy’ari Ibrahim. Turut hadir sejumlah kepala SKPA di lingkup Pemerintahan Aceh.

Plt Gubernur Aceh dalam sambutannya mengutuk keras pelaku penembakan terhadap puluhan umat muslim di Selandia Baru. Ia juga menghimbau agar pelaku penembakan tersebut dihukum seadil-adilnya sehingga peristiwa yang sama tidak terulang lagi di masa yang akan datang.

“Pemerintah bersama seluruh masyarakat Aceh yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari masyarakat dunia, mengutuk dan mengecam keras pelaku teroris yang telah membantai puluhan umat Islam di selandia baru,” ujar Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah.

Plt Gubernur Aceh mengatakan, peristiwa berdarah yang menimpa umat muslim di Selandia Baru telah membuka mata dunia tentang makna toleransi dan persaudaraan antar sesama umat manusia. Salah satu pelajaran penting dari setiap musibah adalah keimanan dan kesabaran. Oleh karena itu, tambah Nova Iriansyah, orang-orang yang menilai berbagai peristiwa tidak berdasarkan keimanan dan kesabaran, maka mereka tidak mampu menafsirkan secara tepat berbagai peristiwa tersebut, sehingga kemudian menjadi bersedih hati dan kehilangan harapan.

“Peristiwa tersebut telah membuka mata dunia bahwa umat Islam tidak identik dengan tindak kekerasan sehingga kerap mendapat stigma teroris. Artinya pelaku teroris dapat berasal dari agama manapun, yang pasti bahwa teroris adalah perilaku yang bertentangan dengan norma agama dan prinsip kemanusiaan yang universal,” ujar Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah.

Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah juga menegaskan, agama Islam telah mengajarkan arti dari kedamaian, tidak membedakan ras dan warna kulit serta sangat toleran dengan semua kalangan.

“Orang-orang yang beriman menjumpai kebaikan dan keindahan dalam setiap musibah. Musibah dan penderitaan tidak seharusnya membuat kita gentar dan khawatir. Kita justru bersyukur karena kerugian di dunia tidak ada apa-apa dibandingkan dengan kerugian di akhirat,” ujar Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah. []

KOMENTAR FACEBOOK