Alumni Desak Penetapan Ketua STAIN Meulaboh Ditinjau Ulang

Surat pernyataan bersama yang ditandatangani sejumlah alumni


ACEHTREND.COM, Meulaboh – Alumni Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh mendesak Menteri Agama untuk meninjau kembali pengangkatan Dr. Inayatillah sebagai Ketua STAIN Teungku Dirundeng karena diduga bermasalah. Sejumlah alumni membuat pernyataan sikap yang dikeluarkan pada Minggu, 24 Maret 2019 di Meulaboh, Aceh.

Dalam surat itu, mereka mendesak Presiden Republik Indonesia agar memberhentikan Lukman Hakim Saifuddin dari jabatannya sebagai Menteri Agama, serta mendesak Menteri Agama meninjau kembali keputusan pengangkatan Rektor/Ketua PTKIN yang terindikasi bermasalah.

Bahkan senat STAIN dan panitia seleksi (pansel) pemilihan ketua STAIN juga diminta segera mengklarifikasi penyataan mantan ketua kampus tersebut Dr. Syamsuar, yang mengatakan status Dr. Inayatillah dan Dr. Azhar sebagai calon ketua STAIN hanyalah formalitas saja, dan seluruh biaya akomodasi saat pencalonan mereka dibiayai secara pribadi oleh Dr. Syamsuar.

Selain itu, para mantan ketua BEM itu juga mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut tuntas dugaan praktik jual beli jabatan di lingkungan Perguruan Tinggi Islam Negeri.

Salah seorang alumni, Syawaluddin, yang turut membubuhkan tanda tangan dalam surat pernyataan itu menjelaskan, pernyatan tersebut dikeluarkan untuk menyikapi polemik pergantian ketua STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, yang disebut-sebut berawal dari forum diskusi Indonesia Lawyer Club (ILC) yang ditayangkan langsung TV One tanggal 19/3/2019.

“Ini penting untuk mengembalikan nama baik STAIN Meulaboh ke depan. Miris hati kita mendengar isu ini,” kata Syawal di Meulaboh, Senin (25/3/2019).

Pernyataan Prof. Mahfud MD di acara ILC, yang juga diberitakan di beberapa media lain, bahwa ada kejanggalan saat pemilihan Rektor UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, pemilihan Rektor UIN Makassar, termasuk pemilihan Ketua STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh.

Menurut Mahfud MD, kejanggalan pemilihan Ketua STAIN Meulaboh terlihat saat tidak terpilihnya Dr. Syamsur sebagai ketua. Padahal Dr. Syamsur merupakan satu-satunya calon yang memenuhi persyaratan sejak awal. Sedangkan dua calon lain sengaja didatangkan dari luar untuk memenuhi syarat jumlah saja.

Dr. Syamsur juga pernah mengaku saat fit and proper test oleh komisi seleksi, dia yang membiayai secara pribadi kebutuhan dua calon lain, yakni Dr. Inayatillah dan Dr. Azhar karena keduanya merupakan calon dari luar kampus sehingga biayanya tak ditanggung STAIN.

Hingga berita ini ditayangkan, aceHTrend belum mendapat konfirmasi dari Ketua STAIN Dr. Inayatillah. Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, ia mengaku masih dalam perjalanan.

“Mohon maaf Ibu sedang berada dalam perjalanan,” balasnya.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK