Din Gajah: Kiprah Sulaiman Abda di Pusat Sangat Dibutuhkan

@aceHTrend/Taufik Ar-Rifai

Banda Aceh – “Kita butuh sosok pemikir, pemerhati dan sekaligus membangun Aceh,” kata Nasruddin saat bersilaturrahmi dengan Sulaiman Abda di Rumoh Aceh Tibang, Banda Aceh, Selasa (26/3/2019).

Sosok yang akrab disapa Din Gajah ini mengatakan, Sulaiman Abda merupakan salah satu sosok yang dianggap sebagai tokoh pemerhati dan pemersatu ureueng Aceh di tingkat pusat.

“Dari rekam jejak dan pengalaman beliau (Sulaiman Abda-red) sudah banyak membuktikan. Oleh sebab itulah, kiprah dan kinerjanya nanti sangat kita butuhkan sebagai perwakilan kita di tingkat pusat nanti,” ujar Nasruddin alias Din Gajah kepada aceHTrend.

Politisi muda dari Partai Nanggroe Aceh (PNA) ini mengatakan, Sulaiman Abda sangat punya andil besar dalam memperjuangkan hak-hak rakyat Aceh di tingkat pusat. Hal ini berdasarkan pengalaman dan kinerjanya sebagai Wakil Ketua DPR Aceh telah banyak memberikan dampak positif terhadap masyarakat Aceh.

Ia mencontohkan ketika Pemerintah RI mencabut beberapa pasal dalam turunan UUPA, Sulaiman Abda rela bergandengan tangan dengan politisi Partai Aceh dan PNA menggugat Mahkamah Konstitusi karena dianggap telah mempreteli UUPA.

“Aksi simpatik dan kerja keras Bang Leman yang rela bergandengan tangan dengan politisi parlok patut diapresiasi. Untuk itulah, kita menaruh harapan besar agar beliau bisa melanjutkan perjuangan di tingkat pusat nanti. Harapan kita, beliau bisa menjadi simbol pemersatu rakyat Aceh sehingga memiliki persamaan visi dan misi dalam membangun Aceh,” ujar Din Gajah.

Kisah Din Gajah

Pria berperawakan tegap ini bernama lengkap Nasruddin. Di kalangan eks kombatan, ia akrab disapa Din Gajah. Saat konflik Aceh berkecamuk, ia  dikenal sebagai sosok pemberani dan tegas dan panggilan sandi “Din Gajah”.

Syahdan pada pertengahan 2002, Din Gajah beserta rekannya terlibat pertempuran sengit dengan pasukan TNI. Karena kondisinya semakin terdesak, Nasruddin beserta rekannya tertangkap aparat keamanan dan dijebloskan ke penjara sebagai tahanan perang.

Saat perjanjian damai diteken, Nasruddin kembali menghirup udara bebas setelah dua tahun meringkuk di balik jeruji besi. Setelah kembali ke masyarakat, ia turut terlibat dalam serangkaian aksi dalam memperjuangkan segala hak-hak eks-kombatan. Selain itu, ia juga dikenal sebagai sosok yang dekat dengan berbagai kalangan dan aktif di berbagai organisasi kemasyarakatan.

“Pada tahun 2006 lalu, saya dipercaya menjadi koordinator aksi damai tentang RUUPA. Selanjutnya, saya juga ditunjuk sebagai koordinator logistik pada tim pemenangan Irwandi-Nazar,” kenang Nasruddin.

Pada pilkada 2017 lalu, Nasruddin kembali dipercayakan menduduki posisi yang sama dalam tim pemenangan Irwandi-Nova. Di jajaran pengurus Partai Nanggroe Aceh, ia ditunjuk sebagai Sekretaris Departemen Pemuda dan Olahraga DPP PNA.

Nasruddin kini bertekad maju sebagai calon anggota DPR Aceh dari Partai Nanggroe Aceh Nasional (PNA) Dapil I mencakup Kota Banda Aceh, Kabupaten Aceh Besar, dan Sabang. Menurutnya, salah satu dorongan untuk maju sebagai wakil rakyat di parlemen adalah untuk mengawal dan ikut menyukseskan pelaksanaan progam-program Aceh Hebat.

“Inilah yang menjadi alasan kuat mengapa saya maju ke kursi DPRA. Tujuannya adalah bagaimana bisa menjadi corong masyarakat dalam menyampaikan segala persoalan yang masih terganjal. Begitu halnya ruang kreativitas kawula muda yang harus kita perjuangkan, ini semata-mata demi masa depan generasi bangsa kita agar tidak terjerumus kepada tindakan-tindakan buruk seperti narkoba dan lain-lain,” ujar Nasruddin.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK