Rumah PKH di Abdya Akan Ditempel Stiker Khusus

@aceHTrend/Masrian Mizani

ACEHTREND.COM, Blangpidie – Sebanyak 8.824 rumah peserta Penerima Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) akan ditempel stiker tanda keluarga miskin sebagai tanda keluarga tersebut  penerima bantuan sosial PKH dari pemerintah.

Masing-masing rumah peserta PKH di Abdya tersebar dalam sembilan kecamatan, yaitu 1.284 rumah di Kecamatan Babahrot; 1.224 di Kuala Batee; 930 di Jeumpa; 1.081 di Susoh; 863 di Blangpidie; 646 di Setia; 1.163 di Tangan-Tangan; 961 di Manggeng; dan 672 di Kecamatan Lembah Sabil.

Kepala Dinas Sosial Abdya, Ikhwansyah, kepada aceHTrend, Selasa (26/3/2019) menyebutkan, bantuan PKH tersebut diterima oleh peserta PKH secara bertahap. Untuk besarannya, setiap keluarga menerima sebesar Rp1,8 juta per tahunnya.

Selain itu, kata Ihkwan, selain menerima bantuan PKH per tahun, peserta PKH juga menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sebesar Rp110 ribu per bulannya yang ditukar dengan bahan pokok berupa telur dan beras yang diambil di e-warong.

“Nanti rumah-rumah penerima PKH ini akan ditempel stiker sebagai tanda yang bersangkutan itu adalah penerima bantuan PKH. Bantuan PKH ini diambil per triwulan sekali, untuk jumlahnya pertahun sebesar Rp1,8 juta. Bagi keluarga penerima PKH ini juga diberikan BPNT per bulannya, bantuan itu ditukar dengan bahan pokok berupa beras dan telur,” ungkapnya.

Ikhwan mengaku, dalam penyaluran bantuan PKH ini, masih ada terdapat keluarga-keluarga yang seharusnya tidak berhak menerima bantuan tersebut. Namun pihaknya terus melakukan perbaikan-perbaikan data yang akan diusulkan ke Kementerian Sosial.

“Ada beberapa orang yang tidak berhak mendapatkan bantuan itu, dan sudah banyak kita lakukan perbaikan-perbaikan data yang sudah kita usulkan ke Kemensos, sebab yang menentukan berhak atau tidaknya seseorang mendapatkan bantuan itu adalah Kemensos, bukan kita,” jelasnya.

Ihkwan juga menyebutkan, berdasarkan Basis Data Terpadu (BDT) kemiskinan di Kabupaten Abdya yang tercatat di Kemensos berjumlah 24.792 orang. Sedangkan kuota penerima PKH yang diberikan untuk Kabupaten Abdya hanya 8.824 orang. Sehingga, masih banyak keluarga miskin yang belum kebagian kuota tersebut.

“Kenapa penerima bansos ini tidak merata, sebab jumlah keluarga miskin di Abdya dengan kuota PKH yang diberikan oleh pusat jauh berbeda, dan yang menentukan penerima PKH itu langsung dari pusat, kita hanya mengusulkan BDT-nya saja,” papar Ikhwan.

Namun, dari total BDT yang diusulkan pihaknya, selain 8.824 tercatat sebagai penerima PKH, ada sekitar 3.008 penduduk Abdya menerima bantuan BPNT sebesar Rp110 ribu perbulannya yang ditukar dengan bahan pokok.

“Jadi, 3.008 warga Abdya juga menerima bantuan BPNT per bulannya. Mereka ini hanya mendapatkan bantuan BPNT tidak menerima PKH, sedangkan peserta PKH, selain mendapatkan bantuan per tahunnya, mereka juga mendapatkan bantuan BPNT per bulannya. Kalau kita hitung jumlah BDT kemiskinan di Abdya juga masih banyak yang belum mendapatkan bantuan sosial tersebut, sebab jumlahnya mencapai 24.792 orang,” jelasnya.

Terakhir Ikhwan mengimbau, bagi peserta PKH yang tergolong mampu dari segi ekonomi tapi juga menerima bantuan tersebut agar memiliki kesadaran untuk tidak mengambil atau dialihkan kepada orang-orang berhak mendapatkan bantuan tersebut.

“Demi menjaga agar tidak terjadi kecemburuan sosial, kita mengimbau kalau ada peserta PKH yang merasa dirinya sudah mampu, mohonlah kesadarannya untuk tidak menerima bantuan itu, sebab masih banyak warga lain yang membutuhkan bantuan tersebut. Untuk melakukan perubahan data penerima PKH itu adalah wewenang pusat, karena daerah hanya sebatas mengusulkan. Maka kami meminta kesadarannya agar dialihkan kepada orang yang lebih berhak menerimanya,” pinta Ikhwansyah.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK