Ketua Senat STAIN Dirundeng: Seleksi di Daerah Berjalan Normal

Ketua STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh Dr. Erizar @aceHTrend/Sudirman

ACEHTREND.CO, Meulaboh – Menyikapi dugaan jual beli jabatan saat pemilihan Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh periode 2019-2023, Ketua Senat kampus setempat, Dr. Erizal menjelaskan, pihaknya telah memastikan proses seleksi dari awal berjalan normal sesuai ketentuan, dan wewenang senat hingga berkas tiga calon sampai ke Komisi Seleksi (Komsel) di Jakarta. 

“Kami sudah melakukan tugas sesuai tahapan dan tupoksi. Mulai dari pengumuman pendaftaran. Tahap pertama cuma satu yang lamar yaitu calon dari incumben Dr. Syamsuar. Sesudah diseleksi administrasi, bahannya lengkap semua kemudian dilanjutkan seleksi senat yang hasilnya memenuhi syarat dan layak diteruskan” jelas Dr Erizal, Rabu (27/3/2019) yang juga menjabat Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan.

Erizar menerangkan, sesampai berkas Syamsuar ke Kementerian Agama, ternyata tidak boleh calon tunggal. Oleh panitia seleksi nasional kemudian memerintahkan tim Pansel STAIN memperpanjang masa pendaftaran calon selama sepuluh hari lagi.  

“Alhamdulillah muncul dua calon lagi dari UIN Banda Aceh, yaitu Dr. Azhar dan Dr. Inayatillah. Setalah bahan administrasi kedua calon ini dinyatakan lengkap, kemudian diseleksi kembali oleh kami selaku Senat,” jelas Erizar.

“Dan kami tidak ada ranah mengatakan calon ini unggul atau tidak. Kita menilai secara kualitatif tidak pakai angka-angka. Penilaianya, cukup, baik, dan baik sekali. Hasilnya ketiga calon ini dianggap layak diteruskan ke Jakarta untuk diseleksi kembali oleh komisi seleksi,” ujarnya.

Setelah sampai di panselnas, dia mengetahui tidak tahu apa yang terjadi selanjutnya. Menurutnya yang mengetahui hal tersebut adalah ketua tim pansel selaku yang berangkat mendampingi ketiga calon.

“Pada waktu dipanggil tiga calon ke Jakarta mengikuti fit and proper test yang datang Ketua Pansel. Dia yang dampingi langsung. Tapi kalau ditanya apa yang terjadi dalam ruangan itu cuma calon dan penguji yang tahu. Terkait biaya pribadi saya tidak tahu, karena itu wilayah pansel yang lebih paham teknisnya,” tambah Erizar.

Erizar kembali menjelaskan, pihaknya sedang berusaha agar mahasiswa mau membuka segel kampus dan memperlancar proses perkuliahan. Upaya yang dilakukannya dengan cara memediasi antara mahasiswa dengan Dr. Inayatillah selaku Ketua STAIN yang baru karena yang bersangkutan sudah berada di daerah. 

“Kalau mereka tetap tidak membuka berarti mahasiwa konsisten. Tetapi juga harus dipahami bahwa ini adalah fasilitas negara. Kalau mediasi tidak berjalan maka mau tidak mau secara hukum yang harus dijalankan,” kata Dr. Erizal.

Sedangkan permintaan mahasiswa dalam aksi sebelumnya, jika masalah ini belum dituntaskan maka kampus tetap disegel dan proses perkuliahan dihentikan sementara.

Pantauan aceHTrend Rabu siang (27/3/2019) kampus STAIN Meulaboh masih tersegel dan tertempel sebuah spanduk yang bertuliskan “Kampus STAIN Meulaboh terindikasi kotor. Ada apa? Tolong KPK usut tuntas”.

Ini bertanda sedang terjadi aksi protes mahasiswa dugaan jual beli jabatan pemilihan ketua kampus setempat.

Bahkan Kampus B yang berlokasi jalan Bakti Pemuda juga tersegel dan sejumlah mahasiswa pagi tadi sempat belajar di perkarangan Masjid Agung Meulaboh.

Sementara itu, Ketua STAIN Dr. Inayatillah yang diketahui sudah berada di Meulaboh, saat coba dikonfirmasi kembali masih belum bersedia memberikan pernyataan.
“Mohon maaf. Untuk saat ini saya masih belum bisa beri tanggapan,” katanya menjawab konfirmasi aceHTrend via pesan WhatsApp.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK