Abdya Kekurangan Guru SD

Kabid Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Dr. Ir. Muhibbuddin, M.Eng. @acehtrend/Masrian Mizani.

ACEHTREND.COM, Blangpidie – Kabid Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Dr. Ir. Muhibbuddin, M.Eng., mengatakan kabupaten itu kekurangan ratusan guru yang berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk kebutuhan tenaga pengajar di Sekolah Dasar (SD).

Pasalnya, kata dia, kekurangan guru PNS tersebut disebabkan oleh beberapa sebab, yakni faktor pensiun, meninggal dunia, pindah tugas dan lain sebagainya.

“Tahun 2018 32 orang pensiun, meninggal dunia, pindah tugas,” ungkap Dr. Muhib kepada aceHTrend di ruang kerjanya, Kamis (28/3/2019).

Muhib menyebutkan, jumlah guru PNS yang aktif di SD dalam Kabupaten Abdya hingga kini berjumlah 862 orang. Padahal, katanya, jika dilihat dari idealnya rombongan belajar berjumlah 6 kelas, rata-rata keperluan guru PNS di Abdya seharusnya mencapai 963 orang dari jumlah 108 SD yang ada dalam Kabupaten Abdya.

“Jumlah SD kita di Abdya, baik negeri maupun swasta sebanyak 108 SD. Jika kita lihat dari rombel idealnya 6 kelas, artinya setiap satu SD memerlukan 9 guru PNS yang dibagi 6 orang guru kelas, 1 orang guru penjas, 1 orang guru agama dan 1 orang lagi kepala sekolah. Itu masih hitungan ideal, belum lagi ada SD yang rombelnya lebih dari 6, otomatis keperluan gurunya semakin banyak,” jelas Muhib.

Atas kekosongan itu, lanjut Muhib, hingga kini pihaknya memberdayakan tenaga kontrak untuk melancarkan proses belajar dan mengajar di SD-SD yang kekurangan guru tersebut.

“Selama ini kita masih berdayakan saudara-saudara kita yang berprofesi sebagai tenaga kontrak untuk membantu proses belajar dan mengajar di SD-SD yang kekurangan guru,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Abdya, Jauhari, mengatakan pihaknya masih banyak memerlukan kebutuhan guru. Kebutuhan guru tersebut, kata dia, bukan hanya guru SD, namun guru SMP juga masih banyak mengalami kekosongan.

“Kita berharap pemerintah membuka formasi CPNS tahun 2019 untuk menutupi kekurangan guru. Terutama Kecamatan-Kecamatan yang jauh dari seperti Kecamatan Tangan-Tangan dan Babahrot,” ujar Jauhari.

Dirinya juga berharap, jika formasi CPNS juga terbatas, setidaknya diberikan penambahan tenaga kontrak Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

“Pada intinya, meskipun kekurangan guru, kita tetap berupaya memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat Aceh Barat Daya,” pungkas Jauhari.

KOMENTAR FACEBOOK