Dinas Dayah Sosialisasikan Program Diniyah Formal

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Dinas Pendidikan Dayah Aceh menggelar kegiatan Pembelajaran Dayah dan Bimtek Penyelenggaraan Program Muadalah, Pendidikan Diniyah Formal, dan Wajar Dikdas. Program diniyah formal adalah sebuah metode yang dibekali dengan pembelajaran diniyah formal bagi teungku-teungku dayah salafiah se-Aceh.

Kegiatan ini diikuti 46 peserta dari perwakilan dayah salafiah di 23 kabupaten/kota se-Aceh dan dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Usamah El Madny, di Hotel Hanifi, Banda Aceh, Rabu malam (27/3/2019).

“Dalam acara ini, turut mengadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang yang berbeda. Namun mereka memiliki hubungan erat dengan tema kegiatan yang dimaksud,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Dayah, Usamah El Madny.

Dalam sambutannya, Usamah juga mengatakan, kehadiran Program Diniyah Formal (PDF) di dayah sudah seharusnya disambut dengan antusias dan dukungan dari berbagai stakeholder pendidikan, khususnya di Aceh. 

PDF merupakan formula baru dalam proses kemajuan dan pengembangan dayah, yaitu mendapat legalitas formal dalam sistem pendidikan nasional, di sisi lain Pemerintah Aceh dan Dinas Pendidikan Dayah Aceh ingin tetap mempertahankan karakter dan eksistensi peradaban dayah salafiah.

“Tujuannya adalah mewujudkan transformasi dayah sebagai lembaga pendidikan formal, namun tetap menjaga eksistensi dan peradaban dayah salafiah itu sendiri. Tujuannya adalah untuk melahirkan generasi-generasi teungku dayah yang dibekali pendidikan formal selain menguasai kitab-kitab kuning,” ujar Usamah El Madny.

Usamah mengharapkan, para teungku dayah nantinya dapat menggunakan metode PDF ini. Ini dikarenakan semua lulusan dayah nantinya tidak notabene menjadi alim Ulama, namun ada juga yang menjadi umara, baik itu sebagai kepala desa, anggota DPR, bupati/wali kota, hingga gubernur yang persyaratan utamanya adalah ijazah.

“Kegiatan ini sebagai upaya memberikan informasi yang lengkap bagi dayah di Aceh. Ada tiga program yang penting dan baik bagi dayah-dayah Salafi, yaitu program muadalah, program diniyah formal, dan program wajar dikdas. Ketiga program tersebut adalah bagian dari merespons kemajuan zaman.  Kita ingin 15 atau 20 tahun ke depan, para alumni dayah menjadi pemimpin di Aceh tercinta ini, pemimpin yang tidak hanya paham ilmu dunia tapi juga paham ilmu akhirat,” ujar Usamah El Madny.

Adapun sejumlah pemateri di antaranya, Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Usamah El-Madny dengan materi “Kebijakan Pemerintah Aceh Terhadap Penyelenggaraan Program Muadalah, Pendidikan Diniyah Formal dan Wajar Dikdas”.

Selanjutnya Kakanwil Kemenag Aceh, Drs H.M Daud Pakeh dengan materi “Eksistensi Penyelenggaraan PDF, Muadalah, dan Wajar Dikdas pada Pondok Pasantren di Aceh”.

Kemudian, Pimpinan Dayah Babussalam Matangkuli, Tgk H Sirajuddin Hanafi dengan materi “Kontribusi Dayah Salafiah terhadap Penyelenggaraan Program Diniyah Formal (PDF)”, dan Wadir Dayah MUDI Mesra Samalanga, Tgk Helmi Imran, MA dengan materi “Motivasi Dayah Salafiyah dalam menyelenggarakan Program Muadalah”.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK