Kasus Pria Hamili Anak Tirinya di Abdya Sudah Dilimpahkan ke Kejaksaan

Tersangka MI yang dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolres Abdya, Jumat, 29 Maret 2019 @aceHTrend/Masrian Mizani

ACEHTREND.COM, Blangpidie – Pada Senin, 14 Maret 2019 lalu masyarakat Aceh Barat Daya dibuat geger oleh kejadian mengejutkan. Salah seorang murid MIN di Kecamatan Jeumpa diketahui sedang berbadan dua. Sebut saja namanya Melati.

Kejadian itu diketahui ketika dewan guru di sekolah itu melihat ada yang aneh dengan kondisi tubuh salah satu murid perempuannya yang berusia 11 tahun. Guru tersebut lantas menanyakan pada yang bersangkutan terkait keanehan itu. Mulanya gadis kecil itu menolak pertanyaan gurunya.

Namun, insting sang guru selaku perempuan dewasa menaruh curiga atas perubahan fisik muridnya. Ia pun memberanikan diri memegang dan memeriksanya. Untuk menuntaskan rasa penasaran tersebut, sang guru pun melakukan tes urine dengan alat tes kehamilan. Hasilnya sang murid diketahui sedang berbadan dua. Melati pun akhirnya mengaku.

Yang membuat amarah sang guru naik ke ubun-ubun, pelaku perbuatan biadab itu ternyata ayah tiri si gadis kecil. Kejadian itu langsung dilaporkan ke perangkat desa. Hari itu juga, ayah tiri Melati yang berinisial MI (31) diamankan pihak desa dan diserahkan ke Satreskrim Polres Abdya untuk mendapatkan proses hukum.

Siang tadi, Jumat (29/3/2019), Polres Abdya melakukan konferensi pers untuk memaparkan sejumlah kasus yang mereka tangani selama trimester pertama tahun ini. Termasuk kasus yang menimpa MI dan korban saat ini diperkirakan sudah memasuki usia kehamilan tujuh bulan.

Kapolres Abdya AKBP Moh Basori, SIK didampingi Kasat Reskrim Iptu Zulfitriadi dan dan Kasat Narkoba, Ipda Mahdian Siregar dalam konferensi pers tersebut mengatakan, perbuatan asusila yang dilakukan MI terhadap anak tirinya itu terjadi tiga kali.

Atas perbutan tersangka, kata Kapolres, korban mengaku takut untuk menceritakan aksi bejat ayah tirinya tersebut kepada ibu dan orang lain. Sebab, dirinya takut jika dia bersama dengan ibunya akan dimarahi oleh tersangka.

“Korban ini tidak mau menceritakan perbuatan ayah tirinya ini, karena dia takut nanti dia dan ibunya akan dimarahi oleh tersangka,” ujar Kapolres.

Dalam kasus tersebut, lanjut Kapolres, kini pihaknya sudah mengantongi alat bukti berupa hasil visum dan hasil pemeriksaan saksi dan korban. Kasus ini, katanya, sudah dilimpahkan ke kejaksaan untuk proses selanjutnya.

Atas perbuatannya, tersangka MI akan dijerat dengan pasal 76 D Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2014 yo pasal 81 ayat (1) Jo yat (3) Undang-Undnag RI nomor 17 tahun 2016 tentan penetapan peraturan pemerintah pengganti undang-undang nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas undang-undang RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi undang-undang dengan hukuman penjara paling lambat lima tahun, paling lama 15 tahun, dan denda paling banyak Rp15 miliar.

“Kasus ini berkasnya sudah kita limpahkan kepihak kejaksaan, kami meminta agar kawan-kawan wartawan semuanya untuk monitor kasus ini,” pungkas Kapolres.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK