Khatib Jumat : Dalam Momen Pemilu, Jangan Menebar Fitnah

ACEHTREND.COM, SINGKIL–“Akhlak sangat menentukan tinggi-rendahnya kehormatan diri seseorang. Orang yang baik akhlaknya, kehormatan dirinya akan tinggi. Ia akan disegani dan dihormati oleh orang banyak. Sebaliknya, jika akhlaknya jelek, ia akan dibenci.”

“Tidak ada yang lebih berat ditimbangan amal, melainkan budi pekerti yang baik.”

Demikian ditegaskan Ustaz Dahrudin, saat menjadi khatib di Masjid Nurul Huda Gosong Telaga, Singkil Utara, Aceh Singkil, Jumat (29/3/2019).

Akhlak yang baik itu, katanya, adalah selalu bertawakal, tawadhu, warak, dan sabar dalam menjalani hidup dan kehidupan.

Orang yang baik dan berakhlak terpuji, jelas Ustaz Dahrudin, tidak menonjolkan sifat-sifat tercela, seperti suka berdusta, dan buruk sangka.

Ia tidak suka mengadu domba, memfitnah dan menyampaikan berita bohong, yang belum tentu kebenarannya.

Di hadapan ribuan jamaah shalat Jumat, Ustaz yang juga Ketua MPD Aceh Singkil ini menambahkan, Islam mengharamkan berdusta, namimah atau mengadu domba, dan memfitnah.

Karena sifat-sifat itu, katanya, berpotensi mendatangkan mudharat. Baik pada diri sendiri maupun orang lain.

Sekarang ini, apalagi dalam momen Pemilu, yaitu pemilihan presiden dan legislatif. Luar biasanya banyak berita-berita yang tak benar.

Karenanya, khatib tetap di Masjid Nurul Huda itu mengimbau, agar umat senantiasa melakukan filterisasi terhadap berita-berita itu.

Jika tidak jeli dalam memilih dan memilah informasi dan berita, bisa-bisa terjebak dalam penyebaran berita-berita hoax. Ujung-ujungnya, menjurus kepada fitnah.

“Dalam Momen Pemilu, Jangan Menebar Fitnah,” tegas Ustaz Dahrudin.

“Hai orang-orang beriman jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebohongan yang akhirnya kamu menyesalinya,” ucap Ustaz Dahrudin sembari membaca firman Allah dalam surat Hujarat ayat enam.

Sebagaimana disampaikan Nabi Muhammad Saw dalam hadisnya, Fitnah itu, lebih berbahaya dan kejam dari pada pembunuhan.

Membunuh hanya bisa satu atau dua orang yang mati. Tetapi, memfitnah bisa menghancurkan satu kampung. Bahkan, satu negara.

“Karena itu,berhati-hatilah supaya kita tidak termasuk orang yang menyebarkan fitnah,” pungkas Ustaz Dahrudin.[]

KOMENTAR FACEBOOK