Dua Kali Ditipu, Mimpi Juara III MTQ Nasional Diwujudkan oleh Surya Paloh

H. Zaini Djalil (kanan) kala sedang berbincang dengan ustad Nazar (kiri). Foto: Muhajir Juli/aceHtrend.

ACEHTREND.COM, Banda Aceh- Ustad Nazar, juara III MTQ Nasional yang dihelat di kalimantan Barat pada 2008, dua kali harus memendam kecewa karena gagal umrah ke tanah suci. Bahkan janji untuk meluluskannya sebagai pegawai negeri, tidak terlaksana hingga hari ini. Masalahnya karena ia bukan putera daerah.

Hal itu diceritakan oleh Ustad Nazar selaku pengasuh Pesantren Nurul Islam, Blang Rakal, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Sabtu (30/3/2019) ketika ikut serta sebagai jamaah umrah NasDem, yang dipeusijuk oleh Abu Lamkawe di DPW Partai NasDem Propinsi Aceh, di Banda Aceh.

Dalam bincang-bincang ringan dengan Ketua DPW Aceh Zaini Djalil, SH., Ustad Nazar mengatakan, dia dijanjikan akan diberangkatkan umrah oleh Pemrov Sumut setelah dirinya sukses meraih juara III di MTQN di Pontianak, Kalimantan Barat.

Demikian juga, ia dijanjikan juga lulus PNS, alih-alih sebagai ucapan terima kasih dari mereka kepada Nazar yang sudah berhasil mengharumkan nama baik Sumut di pentas nasional.

Tapi, semua janji itu tak kunjung tunai.”Dua kali mereka janjikan saya diberangkatkan umrah. Tapi setiap kali, selalu batal. Hingga akhirnya saya tahu bahwa karena faktor bukan putera daerah, yang menjadi penyebabnya,” katanya.

Maka ketika Fauzan Alia dari DPW NasDem Aceh menghubungi Nazar agar bersiap-siap karena namanya masuk dalam list peserta umrah oleh sedekah Ketua Umum Partai NasDem, H. Surya Paloh, Nazar tak percaya.

“Tanggapan saya dingin saja. karena sudah pernah kecewa,” katanya sembari tersenyum. Fauzan Alia dan Zaini Djalil pun ikut tersenyum.

Kemudian Nazar mengcross check ke beberapa pihak. Ada yang mengaku tidak tahu, ada pula yang mengatakan bahwa informasi umrah itu benar.

“Alhamdulillah akhirnya saya percaya dan sepakat untuk dibawa serta,” katanya dengan senyum teramat manis.

H. Zaini Djalil, ketika menjawab aceHTrend mengatakan, amanah dari Ketua Umum NasDem H. Surya Paloh, bahwa jatah umrah itu untuk para ulama sepuh, pimpinan dayah/pesantren, pengurus mesjid dan marbot, maka dirinya pun tak ikut serta.

“Ini amanah Pak Surya Paloh. Semua beliau tanggung. Jamaah hanya mempersiapkan fisik saja. Makanya usia dan latar belakang jamaah bervariasi. Mulai dari ulama sepuh hingga marbot mesjid. Saya sendiri tidak ikut serta karena tidak masuk kategori,” katanya sembari terkekeh.

Zaini juga mengatakan, seluruh biaya umrah tersebut dibiayai dari dana pribadi Surya Paloh. “Semua biaya ditanggung dengan dana pribadi Pak Surya Paloh,” imbuhnya.

KOMENTAR FACEBOOK