YARA Siap Berikan Pendampingan Hukum Gratis untuk Bocah yang Dihamili Ayah Tirinya

Ketua Yara Abdya, Miswar, SH @acehtrend/Masrian Mizani

ACEHTREND.COM, Blangpidie – Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) siap memberikan pendampingan hukum gratis kepada keluarga bocah yang dihamili ayah tirinya di Abdya.

“Jika keluarga korban membutuhkan pelayanan bantuan hukum dari kami, Insyaallah kami selaku advokat yang tergabung di YARA Perwakilan Aceh Barat Daya siap memberikan pendampingan hukum secara gratis,” ungkap Ketua YARA Abdya, Miswar, kepada aceHTrend, Sabtu (30/3/2019).

Miswar mengatakan, pihaknya juga sudah menyampaikan ke penyidik Polres Abdya mengenai kesiapan YARA mendampingi korban untuk mendapatkan pelayanan hukum yang maksimal.

“Artinya pendampingan ini, selain kita dampingi korban, kita juga akan dampingi para saksi korban sampaiĀ  proses hukumnya inkrah,” ujarnya.

Miswar mengatakan, dalam kasus ini dirinya mengaku empatiĀ  terhadap korban yang diperkosa oleh ayah tirinya sendiri.

“Jangan sampai korban ini dalam keadaan trauma secara terus menerus yang menjadi suram masa depannya. Dan kita juga berharap kepada P2TP2A Abdya agar anak korban untuk diberikan pendampingan untuk mendapatkan pemulihan psikologis yang maksimal,” harapnya.

YARA Perwakilan Aceh Barat Daya kata Miswar siap untuk memberi bantuan hukum cuma-cuma kepada janda miskin dan anak yatim, yang bermasalah dengan hukum.

“Kita siap memberikan bantuan pelayanan hukum gratis kepada para janda dan anak yatim jika bermasalah dengan hukum dengan cara membuat laporan resmi ke kantor Yara Abdya, yang terletak di Jalan Lukman, No. 09, Gampong Meudang Ara, Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Abdya,” jelas Miswar.

Seperti diberitakan sebelumnya, bocah berusia 11 tahun di Abdya dihamili oleh ayah tirinya. Saat ini usia kehamilan korban sudah memasuki tujuh bulan. Sementara pelaku MI (31), ditahan di Mapolres Abdya. Berkasnya juga sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Abdya untuk proses lanjutan.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK