Hari Pertama UNBK di SMA 1 Banda Aceh Lancar

Pelaksanaan UNBK hari pertama di SMA N 1 Banda Aceh, 1 April 2019 @aceHTrend/Taufan Mustafa

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Hari pertama Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMAN 1 Banda Aceh berjalan lancar tanpa kendala. Semua tim teknis pendukung siap siaga di lokasi ujian.

“Sejauh ini proses UNBK berjalan lancar tanpa ada kendala, semua tim teknisi stand by di sekolah, mulai dari dokter, teknisi, dan operator itu sudah stand by. Mereka sudah pengalaman, karena ini kali keempat proses ujian dengan komputer, kita harap tidak ada kendala seperti listrik dan internet, satu tim PLN juga terlihat terus stand by di kawasan ini,” kata Kepala SMAN 1 Banda Aceh, Khairurrazi, saat ditemui aceHTrend di sekolahnya, Senin (1/4/2019).

Ke depan kata dia, pelaksanaan UNBK harus semakin bagus dan berkualitas. Begitu juga dengan soal-soalnya yang harus disesuaikan untuk tingkat SMA. Ia mencontohkan tahun lalu, ada soal yang dibuat oleh tim perguruan tinggi, sehingga soal yang dihasilkan berbasis perguruan tinggi.

“Untuk Ujian Nasional ini, jumlah komputer untuk ujian sepertiga dari jumlah siswa, ada 74 unit, total siswa yang ikut ujian ada 206 orang, kita berharap soalnya yang ril sajalah, jangan jadi soal cet langet lah,” katanya.

Harapannya ke depan, sambung Khairurrazi, pemerintah juga menginvestasi sebesar-besarnya untuk pendidikan, jangan setengah-setengah, seperti komputer, internet itu disediakan dulu, meskipun di pelosok yang juga bagian dari Indonesia, juga harus diperhatikan.

“Untuk wilayah kota sudah bagus, tapi di daerah itu masih ada yang belum terpenuhi, maka sangat prihatin kita. Saya melihat pemerintah masih enggan berinvestasi untuk pendidikan, saat hasil UN-nya kurang bagus, baru dipersoalkan,” sebutnya.

Meskipun Aceh memiliki 20 persen anggaran pendidikan dari Dana Otonomi Khusus (otsus), itu juga belum berdampak bagus untuk kualitas pendidikan Aceh.

“Dari jumlah itu, apakah semua digunakan untuk kepentingan pendidikan, saya rasa tidak demikian, karena pendidikan orang kantor juga dianggap pendidikan, untuk beasiswa dan lain sebagainya, sehingga belum maksimal,” katanya.

Ia menjelaskan, banyak hal yang masih bisa dibicarakan lagi, seperti dana BOS yang berperan penting untuk peningkatan mutu pendidikan, ekstrakulikuler, hingga pembenahan sekolah.

“Ada dana rutin istilahnya, kalau hari ini sudah terbatas, selama SMA di arahkan ke provinsi, sebenarnya tidak hanya Aceh alokasi dana pendidikannya 20 persen, daerah lain juga, tapi itu bukan hanya untuk pendidikan saja, termasuk gaji guru juga dibayar dari itu,” sebutnya.

“Kita berharap ke depan harus benar-benar diperhatikan dengan sungguh-sungguh, serius, jangan enggan-enggan berinverstasi di dunia pendidikan, belum lagi dengan perkembangan zaman, di mana guru dituntut bekerja habis-habisan,” katanya.

Kalau untuk soal UNBK, lanjutnya, totalnya 40 buah, dengan durasi waktu dua jam.

“Untuk guru saja, saat mulai ujian baru bisa lihat soal, kalau dulu ada istilahnya bocor soal, sekarang tidak bisa lagi, semua sudah online,” katanya.

Sementara itu, salah satu siswa, Frintzy Ailin Adinda Julian, mengaku hari pertama yang diujiankan yaitu Bahasa Indonesia. Menurutnya soal-soal yang diberikan tergolong mudah.

“Hampir setiap materi yang diajarkan, ada yang muncul di dalam soal, bahkan soalnya ada yang lebih mudah dari materi yang diajarkan,” katanya saat diwawancarai usai ujian.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK