Tertunggak Lima Bulan, Jasa Tenaga Medis RSUD Teungku Peukan Minta segera Dibayarkan

Wakil Bupati Abdya, Muslizar MT menerima silaturrahmi para medis di Aula kantor Bupati Abdya. @acehtrend/Masrian Mizani

ACEHTREND.COM, Blangpidie – Puluhan tenaga medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Teungku Peukan, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) bersilaturahmi dengan Wakil Bupati Abdya, Muslizar MT, di Aula Mesjid Kantor Bupati Abdya, Senin (1/4/2019).

Dalam silaturahmi tersebut, para tenaga medis meminta agar pihak pemerintah segera melakukan pembayaran jasa medis mereka yang tertunggak mulai dari Juli-Desember 2018.

Menyikapi hal tersebut, Muslizar yang didampingi Kabag Humas Mawardi, mengatakan, kendala belum dibayarnya jasa media tersebut disebabkan belum adanya Perbub.

Namun, Muslizar berjanji dalam beberapa hari ke depan pihaknya akan segera membuat Perbub tersebut.

“Kami meminta agar para tenaga medis untuk bersabar, insyaallah dalam beberapa hari ini kita akan membuat perbup terkait masalah ini,” ujar Muslizar.

Seperti diberitakan sebelumnya, para tenaga medis yang bekerja di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tengku Peukan Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) hingga kini belum menerima pembayaran jasa medis dari pasien Badan Penyelenggara Jaminan Nasional (BPJS) selam lima bulan lamanya.

Direktur RSUD Tengku Peukan Abdya, Adi Arulan Munda, saat dikonfirmasi awak media siang tadi membenarkan bahwa pembayaran jasa medis belum dibayar sejak Juli hingga Desember 2018 lalu.

Ia menyebutkan, terkendalanya pembayaran jasa medis tersebut disebabkan belum adanya peraturan bupati (perbup) terkait proses pencarian jasa medis untuk lima bulan pada tahun anggaran 2018. Selain itu juga belum dapat direalisasikan sepenuhnya karena klaim dana dari BPJS belum semuanya masuk ke RSUD.

“Dana BPJS yang sudah masuk hanya untuk bulan Juli dan Agustus 2018. Jadi, berhubung perbup belum ada, maka jasa pelayanan medis dua bulan tersebut belum bisa kita realisasikan kepada tenaga pelayanan medis,” ungkapnya, Kamis (28/3/2019).[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK