30% Hoaks yang Beredar Bermuatan Politik

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Rudiantara, mengajak mahasiswa Unsyiah untuk sama-sama memberantas penyebaran hoaks yang saat ini semakin marak. Hal ini disampaikannya di hadapan ratusan mahasiswa Unsyiah dalam seminar nasional bertema ‘Hoaks dan Implikasinya terhadap  Demokrasi dan Pembangunan yang Berkelanjutan”. Kegiatan yang berlangsung di Gedung AAC Dayan Dawood, Darussalam, Banda Aceh, Selasa (2/4) ini dilaksanakan oleh Kantor Staf Kepresidenan, Kominfo, dan Universitas Syiah Kuala.

Dalam pemaparannya, Rudiantara mengatakan bahwa pertumbuhan hoaks menjelang Pemilu 2019 meningkat signifikan. Tercatat di Agustus 2018, jumlah berita yang terverifikasi hoaks oleh Kominfo sebanyak 25. Jumlah ini meningkat di Januari 2019 menjadi 175, dan meningkat tajam di bulan Maret sebanyak 453 buah. Dari jumlah hoaks yang terjaring, 30 persen terkait bermuatan politik.

“Ada upaya-upaya mendelegitimasi dan membangun disstrust kepada pemerintah melalui hoaks-hoaks yang merugikan kita semua, bahkan bisa memicu perpecahan. Kita perlu mendidik masyarakat untuk membiasakan memverifikasi informasi atau bertabayun,” ujar Rudiantara.

Untuk itu, ia mengajak para mahasiswa dan masyarakat untuk selalu meningkatkan literasi, sehingga dapat memilah berita dan informasi yang tidak benar. Ia menganjurkan agar masyarakat dapat menggunakan media sosial dengan tepat, salah satunya dengan tidak men-forward berita yang tidak benar dan bermanfaat.

“Kalau menerima teks, apapun itu yang berisi ‘Ayo viralkan! Sebarkan!’ Mending dihapus saja, jangan disebar. Lebih-lebih jika itu bersifat ghibah dan fitnah,” ujarnya.

Rektor Unsyiah, Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng., mengatakan hoaks sebenarnya bukanlah barang baru dan telah terjadi jauh sebelum era kenabian Muhammad saw. Tetapi, di era teknologi dan informasi begitu pesat saat ini, para pelaku dan penyebar hoaks seakan mendapatkan peluang baru. Jika kondisi ini terus berlanjut dapat membawa pengaruh buruk bagi demokrasi dan menghambat pembangunan. Selain itu, juga dapat membuat masyarakat bingung dan hilang kepercayaan. Untuk itu menurut Rektor, dibutuhkan pengetahuan, mengecek, dan meneliti dengan hati-hati setiap berita dan informasi yang diterima.

“Sebelum semuanya semakin buruk, mari kita lebih cerdas dalam menyikapi setiap informasi dan keadaaan,” pungkas Rektor.

Kegiatan ini juga menghadirkan berbagai narasumber, di antaranya Peneliti Senior Politik LIPI, Prof. Dr. Syamsuddin Haris, Anggota Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo, Wakil Direktur Cybercrime Mabes Polri Kombes Asep Syafrudin, akademisi Unsyiah Nur Anisah, serta keynote speaker Deputi V Kantor Staf Kepresidenan, Jaleswari Pramodhawardani.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK