Menyusuri Jejak Hijrah di Mesjid Quba

Hijrah adalah bahagian terpenting dari perjalanan dakwah Islam. Kampung Quba adalah titik penting untuk mengenangnya.

Dikutip dari Wikipedia berbahasa Indonesia disebutkan Masjid Quba adalah masjid pertama yang dibangun oleh Rasulullah. pada tahun 1 Hijriyah atau 622 Masehi di Quba, sekitar 5 km di sebelah tenggara kota Madinah. Dalam Al Qur’an disebutkan bahwa masjid Quba adalah masjid yang dibangun atas dasar takwa (Surat At Taubah:108).

Allah memuji masjid ini dan orang yang mendirikan sembahyang di dalamnya dari kalangan penduduk Quba’ dengan Firman-Nya:

Sesungguhnya masjid itu yang didirikan atas dasar takwa (Masjid Quba) sejak hari pertama adalah lebih patut bagimu (Hai Muhammad) bersembahyang di dalamnya. Di dalamnya terdapat orang-orang yang ingin membersihkan diri…….(At Taubah, 108).

Masjid ini telah beberapa kali mengalami renovasi. Khalifah Umar bin Abdul Aziz adalah orang pertama yang membangun menara masjid ini. Sekarang renovasi masjid ini ditangani oleh keluarga Saud.

Mengutip buku berjudul Sejarah Madinah Munawarah yang ditulis Dr Muhamad Ilyas Abdul Ghani, masjid Quba ini telah direnovasi dan diperluas pada masa Raja Fahd ibn Abdul Aziz pada 1986. Renovasi dan peluasan ini menelan biaya sebesar 90 juta riyal yang membuat masjid ini memiliki daya tampung hingga 20 ribu jamaah.

Meskipun sangat sederhana, masjid Quba boleh dianggap sebagai contoh bentuk daripada masjid-masjid yang didirikan orang di kemudian hari. Bangunan yang sangat bersahaja itu sudah memenuhi syarat-syarat yang perlu untuk pendirian masjid. Ia sudah mempunyai suatu ruang yang persegi empat dan berdinding di sekelilingnya.

Di sebelah utara dibuat serambi untuk tempat sembahyang yang bertiang pohon korma, beratap datar dari pelepah dan daun korma, bercampurkan tanah liat. Di tengah-tengah ruang terbuka dalam masjid yang kemudian biasa disebut sahn, terdapat sebuah sumur tempat wudhu, mengambil air sembahyang. Kebersihan terjaga, cahaya matahari dan udara dapat masuk dengan leluasa.

Masjid ini memiliki 19 pintu. Dari 19 pintu itu terdapat tiga pintu utama dan 16 pintu. Tiga pintu utama berdaun pintu besar dan ini menjadi tempat masuk para jamaah ke dalam masjid. Dua pintu diperuntukkan untuk masuk para jamaah laki-laki sedangkan satu pintu lainnya sebagai pintu masuk jamaah perempuan. Diseberang ruang utama masjid, terdapat ruangan yang dijadikan tempat belajar mengajar.

***

Dikutip dari buku ‘Amalan di Tanah Suci: Membantu Haji & Umrah Anda Lebih Produktif’ karya H Rafiq Jauhary, Kamis (22/9/2016), Rasulullah membangunnya setelah tiba dari perjalanan hijrah dari Kota Makkah.

“Di Quba, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam disambut meriah oleh penduduk Madinah sambil menyanyikan nasyid thala’al badru’alaina. Beliau singgah di Quba selama empat hari, dan di waktu itu beliau memerintahkan untuk membangun Masjid Quba bahkan ikut terlibat dalam proses pembangunannya,” tulis Rafiq. (Sumber: detik)

***
Saya dan rombongan umrah Partai NasDem Aceh, yang membawa 93 jamaah terdiri ulama, guru dayah, pengurus mesjid dan marbot mesjid, tiba di Mesjid Quba pada pukul 09.00 pagi waktu Arab Saudi, Selasa (2/4/2019). Udara dingin masih sangat terasa kala kami tiba di sana.

Begitu turun dari bus, jamaah yang sebelumnya sudah wudhuk di hotel, segera masuk ke dalam mesjid untuk melaksanakan shalat takhiyal mesjid dua rakaat dan kemudian berdoa. Keutamaan mesjid ini barang siapa yang shalat sunat di sana dua rakaat, akan Allah berikan pahala seperti pahala umrah.

Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang telah bersuci (berwudhu di rumahnya, kemudian mendatangi Masjid Quba lalu shalat di dalamnya dua rakaat, maka baginya sama dengan pahala umrah.” (Sunan ibn Majah, no 1412).

Setiap hari jutaan kaum muslimin berduyun-duyun ke sana untuk shalat sunat takhiyal mesjid. Usai shalat, peziarah yang rata-rata adalah pelancong religius akan berbelanja di pasar tumpah di sekitar mesjid. Lazimnya mesjid bersejarah di Madinah, pasar-pasar tradisional tumbuh subur di sekeliling mesjid dengan berbagai aneka produk. Mulai dari kurma hingga lipstik produk RRT. Banyak barang yang dijual merupakan produk luar Arab Saudi.

Di Mesjid Quba juga ada ribuan merpati yang menjadikan kawasan mesjid sebagai permukiman. Merpati-merpati itu diberikan makanan oleh pengelola mesjid. Keberadaan merpati itu menjadi daya tarik tersendiri bagi peziarah. Para turis kerap mengganggu merpati itu dengan tujuan agar burung-burung manja tpapi tak jinak itu untuk terbang. Itu spot foto yang menarik. []

KOMENTAR FACEBOOK